Tim Gabungan untuk Siapa?

Dari 65 orang, hanya enam dari KPK dan tujuh dari unsur pakar. Selain itu, tim dibentuk Kapolri dan bekerja hingga usai pemilu.

OPINI | EDITORIAL

Selasa, 15 Jan 2019 07:25 WIB

Author

KBR

Tim Gabungan Penuntasan kasus Penyerangan Novel Baswedan

Novel Baswedan menjawab pertanyaan wartawan saat peluncuran Jam Waktu Novel di gedung KPK, Selasa (11/12/2018). (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A).

Maksud hati mempercepat penuntasan kasus, apa daya belum bekerja tudingan yang dituai. Begitulah nasib Tim Gabungan Penuntasan kasus Penyerangan Novel Baswedan . Waktu yang tak tepat membuat pembentukan tim ini seolah hanya demi menyambut debat perdana pasangan capres yang menguntungkan petahana. Maklum salah satu temanya tentang korupsi.

Meski Joko Widodo  dan Mabes Polri membantah, tetap saja pembentukan tim terkesan tak serius. Ini masih ditambah komposisi tim yang mayoritas diisi personil polisi. Dari 65 orang, hanya enam dari KPK  dan tujuh dari unsur pakar. Selain itu, tim dibentuk Kapolri dan   bekerja hingga usai pemilu.

Jauh hari sejak kasus penyerangan penyidik senior terjadi pada hampir 2 tahun lalu, para pegiat HAM dan korupsi sudah mendesakkan dibentuknya tim gabungan. Tim independen yang dibentuk langsung oleh Presiden. Ini lantaran polisi tak kunjung menuntaskan kasus yang menyebabkan mata Novel nyaris buta.

Jadi, bagaimana publik sudi percaya tim gabungan ini bakal cakap mengungkap kasus? Jawabannya bisa datang dari Presiden Jokowi yang merevisi tim atau tim gabungan menunjukkan taring dengan tempo yang sesingkat-singkatnya tuntas menyelesaikan kasus. Demi keadilan untuk penyidik senior KPK, Novel Baswedan. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - OPINI

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas