Menonton Debat Capres

Studi lain menunjukkan, bagaimana media memberitakan debat bisa sama pentingnya dengan debat itu sendiri. Dan ini yang justru bisa membentuk persepsi calon pemilih.

OPINI | EDITORIAL

Senin, 14 Jan 2019 00:19 WIB

Author

KBR

Rakor persiapan debat capres 2019

Ketua KPU Arief Budiman memimpin rapat koordinasi bersama Tim Kampanye membahas persiapan debat Capres Pemilu 2019. (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso).

Debat pertama capres dan cawapres segera dimulai pekan ini juga. Tim pendukung masing-masing capres tengah bersiap-siap. Meski debat ala KPU  ini banyak dikritik, pertarungan ide antara dua pasangan capres-cawapres ini tetap menarik untuk disimak. 

Seberapa penting dampak debat pada calon mana yang pada akhirnya betul-betul akan dicoblos? Studi dari Pemilu di negara lain menunjukkan hasil beragam. Debat capres Amerika Serikat pada 2008 dianggap ‘sangat atau agak membantu’ dalam menentukan pilihan. Sementara itu di Pemilu Presiden Amerika pada 2016, dampak debat dianggap ‘kecil, tapi berarti’. 

Di Indonesia, survei menunjukkan kalau debat kandidat presiden pada 2014 lalu ikut mendongkrak elektabilitas kedua kandidat - tapi hanya jika pemungutan suara dilakukan saat itu juga. Sementara bagi para swing voters alias massa mengambang, debat sebatas jadi pedoman memilih. Studi lain menunjukkan, bagaimana media memberitakan debat bisa sama pentingnya dengan debat itu sendiri. Dan ini yang justru bisa membentuk persepsi calon pemilih. 

Karenanya kita harus jadi pemilih cerdas dan cermat. Tontonlah debat  untuk mengetahui ide yang ditawarkan para calon pemimpin negara ini. Tentu dengan pikiran terang dan terbuka. Lanjutkan dengan pencarian informasi dari sumber-sumber yang jelas supaya tak sekadar kepincut pada performa saat debat. Dan yang paling penting, jangan termakan hoax  dalam perjalanan ini.  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - OPINI

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas