Awas Nyamuk!

Badan Kesehatan Dunia WHO menyebut demam berdarah sebagai salah satu penyakit mematikan, dengan jumlah kasus yang terus meningkat tiap tahun.

OPINI | EDITORIAL

Rabu, 30 Jan 2019 00:26 WIB

Author

KBR

Mencegah demam berdarah

Dinas Kesehatan memeriksa keberadaan jentik nyamuk pada tandon air di kawasan endemik wabah Deman Berdarah Dengue di Kediri, Jawa Timur. (Foto: Antara/Prasetia Fauzani).

Nyamuk menjadi salah satu pembunuh kejam, terutama setiap musim hujan tiba. Tahun ini saja, lebih dari 100 orang meninggal di berbagai wilayah Indonesia, karena serangan demam berdarah atau DB. Wabah DB menyerang dari Aceh hingga Papua. Sampai saat ini sudah 11 ribu kasus, hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. Korban DB terbanyak di Jawa Timur, ada 40-an orang meninggal selama sebulan ini. 

Banyak rumah sakit dan dinas kesehatan memprediksi ancaman DB bakal terus berlangsung hingga Maret, mengingat ini baru permulaan musim hujan. Langkah pencegahan penting demi mencegah lebih banyak korban bertumbangan. 

Demam berdarah disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti, dengan belang hitam putih di badannya. Tidak hanya membawa virus DB, nyamuk ini juga kurir pembawa virus chikungunya hingga zika yang mematikan itu. 

Badan Kesehatan Dunia WHO menyebut demam berdarah sebagai salah satu penyakit mematikan, dengan jumlah kasus yang terus meningkat tiap tahun. 

Nyamuk biasanya menyukai tempat yang gelap dan lembab serta genangan air. Para ahli sudah kerap memberikan cara pencegahan efektif agar nyamuk tidak masuk rumah, terutama tempat tidur. Seperti menguras dan menutup tempat air serta mengubur barang bekas agar tidak dijadikan tempat nyamuk berkembang biak. Juga tidak lagi menggantung pakaian karena bisa dijadikan tempat persembunyian binatang kecil ini. Pemasangan kawat nyamuk juga perlu untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah. 

Sayangnya, imbauan itu masih kerap diabaikan dan dianggap remeh. Padahal cara itu jauh lebih efektif dibanding penggunaan insektisida. Jadi, singkirkan perdebatan soal bahaya laten komunis. Lebih baik urusi nyamuk Aedes aegypti yang ada di depan mata, dan berulang tiap tahun.  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - OPINI

Most Popular / Trending

Wacana Pembentukan KKR

Kabar Baru Jam 11

Kala Tuntutan Setop Tes Keperawanan Bergulir

Kabar Baru Jam 10

'Kelas Multikultural' SMK Bakti Karya Parigi