Minim Dana, Persib U-15 Terancam Gagal Berlaga di Melbourne

KBR68H, Bandung- Tim sepakbola Persib usia di bawah 15 tahun atau U-15 terkendala dana untuk berlaga di kompetisi sepakbola internasional Melbourne Friendship Cup pada 14-17 Desember 2013 di Australia. Hal itu disebabkan tidak adanya dukungan sponsor dala

OLAHRAGA

Senin, 02 Des 2013 15:10 WIB

Author

Arie Nugraha

Minim Dana, Persib U-15 Terancam Gagal Berlaga di Melbourne

Persib U-15, Melbourne

KBR68H, Bandung- Tim sepakbola Persib usia di bawah 15 tahun atau U-15 terkendala dana untuk berlaga di kompetisi sepakbola internasional Melbourne Friendship Cup pada 14-17 Desember 2013 di Australia. Hal itu disebabkan tidak adanya dukungan sponsor dalam pembiayaannya.

Menurut Wakil Manajer Persib U-15 M Firman Hadillah, selain butuh dana Rp350juta untuk 30 pemainnya, masalah lainnya belum adanya restu penggunaan nama Persib sebagai tim oleh pengurus resmi sepak bola di Bandung.

"Kami punya ide dari pada dibubarkan, terus dibentuk lagi, kenapa tidak dibina terus dikembangkan. Nah saya minta ijin apakah boleh nama Persib U-15 ini saya akan munculkan dan saya akan bina anak-anak ke depannya," ujarnya di Gedung Indonesia Menggugat, jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung (2/12).

Wakil Manajer Persib U15 M Firman Hadillah menambahkan pengurus sepak bola setempat tidak memberikan respon yang positif terhadap perkembangan pemain U-15 ini. Padahal kata Firman, kesebelasannya dianggap mumpuni untuk berkompetisi di ajang internasional. Itu ditandai dengan 18 pemainnya telah diincar oleh berbagai klub liga dunia diantaranya River Plate dan akademi Manchester United.

Penyelenggara kompetisi sepakbola internasional Melbouern Friendship Cup, Bouven Soccer Accademy, terus menunggu kepastian keikutsertaan Persib U-15 dengan keseluruhan peserta 13 tim. Persib U-15 kini tengah mempersiapkan diri diajang Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2013 dibawah naungan Pengcab PSSI Kota Bandung.

Editor: Suryawijayanti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pilkada Serentak Diwarnai Calon Tunggal