Bagikan:

Persis Solo Lepas Tangan soal Kematian Mendieta

KBR68H, Solo - Pengurus Persis Solo versi Liga Indonesia menampik tudingan melalaikan kesehatan pemainnya asal Paraguay, Diego Mendieta, hingga meninggal di rumah sakit Dr. Moewardi kota Surakarta.

OLAHRAGA

Kamis, 06 Des 2012 08:16 WIB

persis solo, diego mendieta

KBR68H, Solo - Pengurus Persis Solo versi Liga Indonesia menampik tudingan melalaikan kesehatan pemainnya asal Paraguay, Diego Mendieta, hingga meninggal di rumah sakit Dr. Moewardi kota Surakarta. Juru bicara pengurus Persis Solo Totok Supriyanto mengatakan, sejak berakhirnya kompetisi Liga Indonesia pertengahan tahun lalu, seluruh fasilitas pemain dan pelatih klub Persis Solo tidak lagi diberikan. Menurut Totok, pengurus hanya berkewajiban melunasi tunggakan gaji dan bonus pemain maupun pelatih selama 4 bulan.

”Untuk klub, yang penting kan tim sudah bubar..intinya kan begitu..sudah kita bubarkan Juni lalu, ketika kompetisi selesai..di luar masa kompetisi itukan sudah bukan tanggung jawan tim atau Klub..Klub hanya bertanggung jawab pada kekurangan gaji pemain dan pelatih..sudah itu saja.. jadi kalau Diego sakit parah, ya kita sebatas menjenguknya di rumah sakit sebagai bentuk keluarga.bukan sebagai lingkup tanggung jawab..karena kita masih berupaya belum merealisasi gaji para pemain..kondisi kita kan sedang krisis keuangan…kita kesulitan mencari dana..ibarat kalau orang nggak mampu dipaksakan ya tetap nggak mampu..”kata Totok.

Juru bicara pengurus Persis Solo, Totok Supriyanto mengaku sudah melunasi tunggakan gaji dan sisa kontrak mendiang Diego Mendieta kepada keluarganya di Paraguay senilai 131 juta rupiah. Bahkan pengurus mengeluarkan biaya tambahan senilai 50 juta rupiah untuk biaya pemulangan jenazah Diego ke Paraguay.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kemarau Tiba, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan