Cabang Angkat Besi Tak Kuat Talangi Gaji Pelatih

Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) menyatakan sudah tidak mampu lagi menalangi pembayaran gaji pelatih karena tak ada lagi anggaran.

OLAHRAGA

Senin, 18 Nov 2013 10:24 WIB

Author

Khusnul Khotimah

Cabang Angkat Besi Tak Kuat Talangi Gaji Pelatih

sea games, angkat besi

KBR68H, Jakarta - Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) menyatakan sudah tidak mampu lagi menalangi pembayaran gaji pelatih karena tak ada lagi anggaran. 


Wakil Sekretaris Umum PABBSI Sonny Kasiran mengatakan, jika pemerintah dan KONI terus membiarkan kondisi ini, pelatih terpaksa dipulangkan. Jika pelatih dipulangkan, dipastikan target perolehan medali emas dalam SEA Games bulan depan tak akan tercapai


"Sudah tidak kuat lagi saya, sayakan punya keluarga. Ke kementerian dan KONI sudah sering kali bertemu. Saya bingung sampai sekarang ini apakah jiwanya masih untuk merah putih? Selalu begitu, sudah beberapa tahun terakhir polanya dibayar di belakang. Dananya ada atau tidak sih? Kalau ada ke mana?" jelas Wakil Sekretaris Umum PABBSI, Sonny Kasiran dalam Program Sarapan Pagi KBR68H.


Sebelumnya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menunggak pembayaran gaji dua pelatih angkat besi asal Cina Huang Qianghui dan Liu Linging selama empat bulan. Besar gaji pelatih ini sekitar Rp 34 juta setiap bulannya. Kedua pelatih ini pun terancam berhenti melatih atlet Indonesia. Padahal angkat besi ditargetkan meraih empat medali emas dalam pesta olahraga Asia Tenggara SEA Games di Burma bulan depan.


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Menyoal Krisis Iklim di Mata Generasi Muda

Pakar Peringati Ketersediaan Infrastruktur Kesehatan Jika Kasus Covid-19 Meningkat