Share This

Bima Sakti Jadi Pelatih Timnas di AFF 2018

BERITA , OLAHRAGA

Minggu, 21 Okt 2018 18:39 WIB

Author

Iriene Natalia

Bima Sakti Jadi Pelatih Timnas di AFF 2018

Bima Sakti (kiri), bekas pemain timnas U-19 dan gelandang Persiba Balikpapan ini jadi pelatih timnas Indonesia di Piala AFF 2018. (FOTO : ANTARA)

KBR, Jakarta - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi menunjuk Bima Sakti sebagai pelatih kepala timnas Indonesia untuk Piala AFF 2018 yang akan digelar pada 8 November hingga 19 Desember 2018 mendatang. Keputusan ini diambil setelah Komite Eksekutif (Exco) PSSI menggelar rapat, Minggu (21/10/2018).

Bima sebelumnya merupakan pelatih sementara timnas Indonesia karena PSSI masih menanti kabar terkait pengajuan perpanjangan kontrak terhadap Luis Milla. Akan tetapi, pria asal Spanyol tersebut sampai waktu yang ditetapkan tidak kunjung memberikan kepastian.

Penunjukan Bima Sakti ini menurut Pengamat sepakbola, Ario Yosia merupakan keputusan darurat yang harus diambil segera mengingat gelaran Piala AFF yang sudah menanti didepan mata. "Ketika deadlock dengan Luis Milla, pilihan paling realistis ya Bima Sakti. Waktu persiapan juga udah nggak banyak nih", ujar Ario pada KBR pada Minggu (21/10/2018).

Meski demikian, Ario menilai bekas pemain Persiba Balikpapan ini belum menjadi sosok ideal untuk menukangi timnas Indonesia karena faktor jam terbang yang belum memadai.

"Bahwa dia memahami filosofi permainan (Luis) Milla karena 1,5 tahun kerja bareng, memang iya. Tapi faktanya adalah Bima Sakti punya pengalaman minim jadi pelatih kepala. Bahwa di tiga pertandingan terakhir hasilnya lumayan kan juga harus dilihat lawannya siapa, nggak begitu istimewa. Bukan bermaksud mengecilkan Bima Sakti tapi jam terbang masih minim untuk memimpin sebuah tim", pungkasnya.

Sebelumnya, Bima menjabat sebagai asisten Milla di Timnas Indonesia U-23. Berakhirnya kontrak Milla setelah gelaran Asian Games 2018 membuatnya mendampingi Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan dalam dua pertandingan persahabatan internasional, yakni kala melawan Myanmar (menang 3-0) dan Hong Kong (imbang 1-1).

Apakah masih mungkin Indonesia berjaya di Piala AFF 2018?

Ario memperkirakan tak banyak perubahan strategi yang bisa dilakukan Bima bersama dengan tim pelatih, yaitu Kurniawan Dwi Yulianto dan Kurnia Sandy. Antara lain semisal memaksimalkan para pemain U-23 yang sudah ada dan mengombinasikan dengan para pemain matang berpengalaman.

"Memang berat. Sejak (perpanjangan kontrak) macet sama Milla, program timnas buat AFF berantakan. Waktu pendek, publik jangan terlalu berharap. Bebannya terlalu berat buat Bima juga", tutup Ario. (mlk)
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.