Bagikan:

Calo Tiket Bebas Berkeliaran di Gelora Bung Karno

KBR68H, Jakarta

OLAHRAGA

Sabtu, 12 Okt 2013 18:04 WIB

Calo Tiket Bebas Berkeliaran di Gelora Bung Karno

calo tiket, timnas indonesia, korea selatan

KBR68H, Jakarta – Partai hidup mati antara timnas Indonesia U-19 melawan Korea Selatan di pertandingan terakhir babak penyisihan grup Piala Asia yang berlangsung malam ini di Gelora Bung Karno, Jakarta mampu menarik perhatian pecinta sepak bola. Ribuan penonton sejak sore tadi mulai antre untuk mendapatkan tiket di loket yang dibuka di seputar Gelora Bung Karno.

Tingginya antusiasme pecinta sepak bola untuk menyaksikan langsung timnas U-19 dimanfaatkan oleh para calo tiket untuk meraih keuntungan. Berdasarkan pengamatan KBR68H, para calo tiket bebas berkeluaran di loket-loket di Gelora Bung Karno. Mereka dengan leluasa menawarkan tiket kepada calon pembeli.

Tiket tribun yang dijual panitia Rp50 ribu ditawarkan dengan harga Rp60 ribu – Rp70 ribu. Sejumlah penonton yang tidak ingin antre panjang memilih untuk membeli tiket dari calo meski harus mengeluarkan uang lebih banyak. Tidak tampak panitia pertandingan di sekitar loket penjualan tiket.

Sebelumnya, dua pertandingan Timnas U-19 yang berlaga dalam kualifikasi AFC U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sepi penonton. Salah satu penyebabnya adalah, harga tiket yang dirasa terlalu mahal oleh masyarakat. Pada pertandingan kualifikasi AFC U-19, tiket untuk Kategori III di belakang gawang dijual dengan harga Rp. 100.000, Kategori 1 dijual dengan harga 250.000, sementara VIP dijual dengan harga 500.000.

Timnas U-19 akan menghadapi Korea Selatan, malam ini untuk merebut satu tiket ke putaran final Piala Asia. Anak asuh Indra Sjafrie itu harus menang untuk bisa lolos. Apabila seri atau kalah, Indonesia masih berpeluang lolos melalui jalur runner up terbaik. Enam runner up atau peringkat kedua terbaik dari sembilan grup akan lolos ke putaran final.

Editor: Doddy Rosadi

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Mendorong Vaksinasi Booster untuk Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun

Most Popular / Trending