Share This

Mendebat Wasit, Serena Williams Didenda Rp254 Juta

Sempat terjadi perselisihan antara Williams dan wasit Carlos Ramos. Dia berulang kali menentang Ramos dan berdebat dengannya, karena dituduh curang.

BERITA , OLAHRAGA

Senin, 10 Sep 2018 14:33 WIB

Author

Angelina Legowo

Mendebat Wasit, Serena Williams Didenda Rp254 Juta

Petenis AS Serena Williams berteriak ke arah wasit saat final turnamen US Open 2018 di New York, AS, Sabtu (8/9/2018). (Foto: ANTARA/USA Today Sport/Danielle Parhizkaran)

KBR - Petenis Amerika Serikat, Serena Williams, didenda US$17.000 atau sekitar Rp254 juta karena melakukan tiga pelanggaran saat mengikuti final turnamen tenis AS Terbuka, akhir pekan lalu.

Pernyataan ini diumumkan oleh Asosiasi Tenis AS sehari setelah pertandingan, Minggu (9/9/2018) waktu setempat.

Dilansir dari The Wall Street Journal, korps wasit turnamen mendenda eks petenis peringkat satu dunia itu sebesar US$10.000 untuk pelecehan verbal terhadap wasit Carlos Ramos, kemudian denda US$4.000 karena mendapat instruksi dari pelatihnya, serta tambahan denda US$3.000 karena melempar dan merusak raketnya.

Dalam final Turnamen AS Terbuka, Williams takluk dari petenis muda Jepang Naomi Osaka. Sempat terjadi perselisihan antara Williams dan wasit Carlos Ramos.

Dia berulang kali menentang Ramos dan berdebat dengannya, karena dituduh curang.

Williams mendapat peringatan wasit karena melakukan pelanggaran kode pertama setelah menerima pelatihan secara ilegal pada awal set kedua pertandingan.

Dia kemudian melempar dan mematahkan raketnya, yang membuatnya mendapat pengurangan poin. Williams kemuadian mencaci-maki Ramos dengan menyebut wasit pencuri.

"Kamu mencuri satu poin dariku, kamu pencuri juga," kata Williams kepada Ramos, dikutip dari The Wall Street Journal. Aksi ini membuat Williams mendapat sanksi atas penganiayaan verbal dan kembali kehilangan poin.

Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Williams mengatakan dia tidak memiliki masalah sebelumnya dengan Ramos, yang menurutnya adalah wasit hebat. Namun, dia menuduh Ramos tidak adil, berpendapat kalau pemain laki-laki sering membuat pernyataan kasar tetapi tidak dihukum sama kerasnya dengan dia.

"Bagi saya, itu membuat saya pusing," katanya, dikutip dari LA Times.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.