Positif Doping, Petenis Marin Cilic Dilarang Bertanding 9 Bulan

KBR68H- Petenis Kroasia, Marin Cilic mendapat hukuman larangan bertanding selama sembilan bulan setelah dinyatakan positif menggunakan doping.

OLAHRAGA

Selasa, 17 Sep 2013 17:23 WIB

Author

Suryawijayanti

Positif Doping, Petenis Marin Cilic Dilarang Bertanding 9 Bulan

Doping, tenis, marin Cilic

KBR68H- Petenis Kroasia, Marin Cilic mendapat hukuman larangan bertanding selama sembilan bulan setelah dinyatakan positif menggunakan doping. Larangan bertanding petenis peringkat 24 dunia ini mulai berlaku pada 1 Mei lalu hingga 1 Februari 2014. Marin Cilic positif menggunakan doping jenis nikethamide saat bertanding di Munich Terbuka pada Mei lalu.

"Federasi Tenis Internasional hari ini mengumumkan bahwa Marin Cilic telah melanggar aturan Anti Doping, setelah ditemukan adanya Zat Terlarang di sampel yang telah diuji,"ujar pernyataan resmi Federasi.
 
Atas putusan tersebut, Cilic akan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga. Dia mengklaim tidak menyadari bahwa tablet Coramine yang dia konsumsi mengandung nikethamide. Cilic mengaku meminum stimulan akibat mengonsumsi tablet glukosa yang dibelinya dari sebuah apotek.

"Saya ingin menekankan saya tidak mengkonsumsi setiap zat yang dilarang dalam hidup saya dan bahwa saya menentang setiap penggunaan doping meningkatkan kinerja zat dalam olahraga,"ujarnya.
 
Setelah Munich Terbuka , Cilic tersingkir dari Prancis Terbuka di babak ketiga oleh Viktor Troicki. Dia kemudian mundur dari Wimbledon, sebelum pertandingan putaran kedua melawan Kenny de Schepper  karena cedera lutut. (AFP)
 
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 10