Menpora: Jangan Korbankan Atlet Karena Salah Manajemen

KBR68H, Jakarta

OLAHRAGA

Kamis, 19 Sep 2013 10:18 WIB

Author

Doddy Rosadi

Menpora: Jangan Korbankan Atlet Karena Salah Manajemen

menpora, roy suryo, pelatnas sea games, satlak prima

KBR68H, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo meminta Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) tidak mengorbankan atlet akibat kesalahan manajemen yang mereka lakukan. Roy mengungkapkan hal ini terkait keputusan Satlak Prima yang membatalkan uji coba beberapa cabang olahraga yang menggelar Pelatnas SEA Games karena kekurangan dana.

Roy mengklaim, Kementerian Pemuda dan Olahraga sudah mentransfer semua dana yang diperlukan untuk keperluan Sea Games. Dana tersebut diberikan kepada KONI dan juga Satlak Prima sejak Mei lalu.

“Sebenarnya ini masalah manajemen dari Prima. Jadi saya akan cek dan kalau memang ada kesalahan internal dari Prima (Program Indonesia Emas) itu nanti harus kita bereskan dan yang salah harus kita tindak. Artinya jangan sampai hal begini menjadi beban atau bahkan ujungnya menjadi prestasi Indonesia turun. Tahun ini kita tidak lagi menggunakan sistem seperti dulu, jadi tidak perlu PB dan PP itu harus minta satu per satu ke kantor kementerian, ibaratnya kantor kementerian seperti kantor kas tidak. Dana Rp 135 miliar semuanya langsung kita berikan saat itu kepada KONI dan kepada Prima, artinya dana itu sudah kita gulirkan semua,”kata Roy dalam program Sarapan Pagi KBR68H, Kamis (19/9).

Menpora Roy Suryo menambahkan, Satlak Prima seharusnya tidak boleh membatalkan rencana uji coba bagi atlet yang ikut Pelatnas Sea Games. Karena, anggaran untuk melakukan uji coba sudah diberikan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Ini yang kemudian menjadi tidak boleh seharusnya. Artinya sebuah kesalahan manajemen pengelolanya dan saya ulangi sekali lagi bahwa dana itu utuh sudah kita serahkan semenjak awal Mei,”tegasnya.

Pelaksanaan pelatnas juga masih kekurangan dana sekitar Rp60 miliar menjelang SEA Games 2013 yang akan berlangsung Desember mendatang di Myanmar. Kekurangan dana pelatnas juga tidak mungkin ditalangi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga menyusul pemotongan anggaran Kemenpora dalam APBN-P yang dipotong hampir Rp 70 miliar (Rp69,89 miliar) dari Rp1,9 triliun.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8