Gulat Kembali Dipertandingkan di Olimpiade 2020

KBR68H- Komite Olimpiade Internasional memutuskan gulat menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada Olimpiade 2020 mendatang.

OLAHRAGA

Senin, 09 Sep 2013 16:04 WIB

Author

Suryawijayanti

Gulat Kembali Dipertandingkan di Olimpiade 2020

gulat, olimpiade

KBR68H- Komite Olimpiade Internasional memutuskan gulat menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada Olimpiade 2020 mendatang. Keputusan ini diambil lewat pemungutan suara yang dilakukan oleh Komite Olimpiade Indonesia di Buenos Aires, Argentina.  Gulat sempat dicoret oleh dewan eksekutif Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada Februari lalu dengan alasan ingin melakukan "penyegaran". 

Gulat berhasil mengantongi 49 suara mengalahkan baseball/softball dengan 24 suara dan squash 22 suara.  Squash untuk ketiga kalinya gagal ambil bagian dalam ajang olahraga bergengsi Olimpiade. Dengan keputusan itu, maka tidak ada tambahan olahraga lagi di Olimpiade 2020. Sejumlah dewan IOC memilih untuk menunda pemungutan suara lagi selama lima bulan ke depan.

Para pejabat federasi gulat, FILA  langsung melompat dengan sukacita dan meneteskan air mata ketika Presiden IOC Jacques Rogge mengumumkan bahwa gulat kembali ke Olimpiade.

"Saya yakinkan kepada Anda bahwa modernisasi  tidak akan berhenti sekarang , " kata Presiden FILA, Nenad Lalovic. " Kami akan terus berusaha untuk menjadi mitra terbaik di Olimpiade.

Lalovic ditunjuk sebagai presiden FILA setelah pendahulunya digulingkan menyusul keputusan dewan eksekutif IOC pada 12 Februari mencoret gulat di Olimpiade 2016.

"Gulat telah menunjukkan semangat besar dan ketahanan dalam beberapa bulan terakhir , " kata Jacques Rogge. "Mereka telah mengambil sejumlah langkah untuk memodernisasi dan meningkatkan olahraga gulat, termasuk penambahan lebih banyak jumlah atlet perempuan, perubahan aturan untuk membuat olahraga lebih menarik dan mudah dimengerti." (washingtonpost)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Eazy Passport, Solusi Ditjen Imigrasi di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17