Gagal Juara di ISG, Coach RD Tuai Kritikan

KBR68H, Jakarta - Timnas Indonesia U23 gagal meraih juara di cabang sepakbola ajang Islamic Solidarity Games III di Palembang, Sumatera Selatan. Di final, timnas Indonesia takluk dari Maroko, dengan skor 2-1. Timnas Indonesia gagal mempertahankan gol ce

OLAHRAGA

Senin, 30 Sep 2013 00:22 WIB

Author

Agus Luqman

Gagal Juara di ISG, Coach RD Tuai Kritikan

Islamic Solidarity Games, Palembang, Sumatera Selatan, Rahmad Darmawan, Sepakbola

KBR68H, Jakarta - Timnas Indonesia U23 gagal meraih juara di cabang sepakbola ajang Islamic Solidarity Games III di Palembang, Sumatera Selatan.

Di final, timnas Indonesia takluk dari Maroko, dengan skor 2-1. Timnas Indonesia gagal mempertahankan gol cepat di babak pertama, yang dicetak Alfin Tuasalamony lewat titik putih. Di babak kedua, Maroko menyalip menyamakan skor bahkan mencetak gol kedua lewat kaki El Karti Walid, dan mengunci kemenangan hingga peluit akhir berbunyi.

Maroko meraih medali emas, dan Indonesia harus puas dengan kalungan medali perak.

Usai pertandingan, komentar berseliweran di jagad maya, khususnya lewat jejaring microblog Twitter. Baik yang mendukung pelatih Timnas U23 Indonesia Rahmad Darmawan maupun yang mengkritik.

Dimas S Ariadita (@dimassatriaa_) memberikan dukungan kepada Timnas U23 yang baru menelan kekalahan. "Ajang ini istilahnya cuma buat ngukur kemampuan timnas u23 buat Sea Games. Kalo kalah, berarti RD masih punya banyak bahan pembenahan," tulis Dimas.

Novri Danil pemilik akun @nofdanil menyoroti RD yang spesialis runner up. "RD itu spesialis runner up, arema runner up, ISG jg runner up," tulis Danil.

Sejumlah tweep menyoroti pola permainan yang diinstruksikan RD kepada para pemainnya.

Tom Dhyika, pemilik akun @tom_dhyika menyoroti gaya bermain Indonesia yang terlalu bertahan. "Ultra defensif a la RD membungkam Garuda 23: yang mungkin judul diatas sangat tepat untuk menggambarkan perjuangan skuad garuda muda U23."

Sementara Achmad Faudzi Adam (@faudziadam10) menyoroti skuad yang diturunkan RD. "Kenapa Feriando dan Joshua Pahabol ga masuk line up skuad U23? Kenapa malah Sunarto? Hey RD, ini bukan nepotisme kan?," kicaunya. Sunarto merupakan pemain muda dari Arema, klub yang diasuh RD. Sedangkan dua bersaudara Feriando Pahabol dan Yosua Pahabol merupakan pemain Persipura dan Semen Padang.

Damar Sutantri (@damarjogja) punya pandangan jeli. "RD slama tanding #timnas U23 vs Maroko cuman duduk dibangku,,ga support pemain," kicaunya. 

Banyak yang kemudian membandingkan kiprah Timnas U23 dengan juniornya Timnas U19 yang baru saja meraih gelar juara Piala AFF 2013.

Pemilik akun @irvanroscd23 menulis sindiran, "Permainan Timnas u19 asuhan @indra_sjafri mainnya tiki taka, kalo timnas u23 asuhan RD teka teki."

Sedangkan Iyus Husna (@misteriyuz) berkicau, "Kalo Indra syafri keliling indonesia buat timnas U19 , kalo RD keliling malang doang buat timnas U23."

Tidak sedikit yang minta agar PSSI mengganti RD dari kursi pelatih timnas U23.

Arie Ahmad Hariri (pemilik akun @aienie26) berkicau, "Indonesia mau juara gantilah RD, metode melatihnya monoton, skemanya gmpg kebaca, Maroko timnya U20, kita U23, permainan jauh, ganti RD."

Kekecewaan juga disampaikan  Ian Bitherc pemilik akun (@ianbitherc). "@pssiofficial Semua event Internasional, apa pun namanya itu, membawa nama negara, seriuslah. No coba-coba. Kecewa dengan Timnas U23. Ganti RD," begitu kicau Ian.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18