Bagikan:

Surat Terbuka Ferguson tentang Man United dan Liga Inggris

KBR68H

OLAHRAGA

Selasa, 13 Agus 2013 11:47 WIB

Author

Doddy Rosadi

Surat Terbuka Ferguson tentang Man United dan Liga Inggris

sir alex ferguson, surat terbuka, liga inggris, manchester united

KBR68H – Liga Premir Inggris musim 2013/14 yang akan dimulai Sabtu (17/8) nanti tidak akan sama dengan musim-musim sebelumnya. Karena, tidak ada lagi sosok pria yang mengunyah permen karet di sepanjang pertandingan, mendampingi para pemain Manchester United yang bermain di lapangan.

Sir Alex Ferguson, pria yang dianggap sebagai manajer terbesar di sepanjang sejarah liga Inggris sudah menyatakan pensiun pada akhir musim lalu. Dia adalah sosok yang fenomenal dan juga kontroversial. Selama 26 tahun menjadi manajer Man United, 13 gelar juara liga Inggris berhasil diraihnya. Sebuah prestasi yang sepertinya sulit untuk disamai oleh manajer mana pun di era sepakbola modern.

Menjelang bergulirnya liga Premir Inggris musim 2013/14, Sir Alex Ferguson masih mempunyai waktu untuk menulis surat kepada otoritas liga Premir. Inilah surat yang ditulis Sir Alex Ferguson.

“Sepakbola telah menjadi kehidupan saya dan saya telah mendapatkan sebuah kehormatan bisa terlibat dalam sebuah klub sepakbola yang fantastis yaitu Manchester United.

Para fans, pemain dan juga staf, semuanya punya kontribusi atas hasil yang telah diraih. Trofi yang berhasil direbut, gol-gol indah dari pemain yang hebat, serta pertandingan yang luar biasa, dan kebangkitan yang dramatis yang masih saya ingat sampai sekarang, semuanya merupakan bagian dari perjalanan klub dan punya kontribusi kepada sepakbola di Inggris.

Banyak yang sudah berubah sejak kedatangan saya dari Aberdeen pada November 1986. Kini, sepakbola di Inggris jauh lebih baik dibandingkan 27 tahun yang lalu. Dulu, masih banyak stadion yang belum layak, pembinaan pemain belum sebaik saat ini, serta klub yang bermain bagus di liga tidak otomatis mendapatkan hak siar televisi. Ditambah lagi, belum ada dukungan dari pemerintah untuk sepakbola.

 
Manchester United, mungkin lebih dari sebuah klub, karena merupakan simbol dari transformasi pertandingan sepakbola di Inggris, terutama di era liga Premir. Komitmen klub untuk melakukan investasi di semua level telah membuahkan hasil.


Pemain top dunia, yang dibeli maupun yang dilatih, fasilitas yang bagus di Old Trafford dan Carrington untuk pemain, fans dan juga program komunitas yang menempatkan kami di hati komunitas lokal. Man United juga telah menetapkan standar di lig Premir sehingga klub lain selalu ingin melebihi standar tersebut. Kadang, mereka berhasil melakukan hal itu.

Tantangan itu, musim demi musim, membuat kami selalu ingin tampil lebih baik lagi. Di masa saya, para penantang datang dan pergi. Beberapa tetap bertahan dan ada yang kembali setelah sempat pergi. Namun, kompetisi berjalan dengan sehat dan itu yang membuat liga Inggris berbeda dengan liga lain di Eropa.


Anda tahu bahwa tidak akan ada satu tim pun yang akan memberikan anda pertandingan yang mudah. Kualitas dan juga hiburan dari sepakbola di liga Inggris telah meningkat dari tahun ke tahun. Selalu sulit bagi klub mana pun untuk meraih gelar juara, untuk mencari kombinasi pemain yang tepat, antara pemain muda, berpengalaman dan punya perilaku yang baik.

Setelah meraih trofi, di lokal dan Eropa, hasil yang paling saya banggakan adalah pengembangan pemain muda yang telah kami buat dengan meneruskan tradisi serta visi dari Sir Matt Busby. Pemain hebat seperti Ryan Giggs, Paul Scholes dan Gary Neville telah menetapkan standar, namun tidak berhenti sampai disitu saja karena pemain-pemain muda berbakat masih akan terus bertambah banyak.

Di tim saya, selalu ada pemain lulusan akademi Manchester United. Tim U-21 kamu berhasil memenangkan Barclay U21 Liga Premir musim lalu, dengan 8 pemain yang tinggal selangkah lagi menjadi pemain inti tim senior Man United. Inilah bentuk komitmen kami dalam mengembangkan pemain muda lokal.

Ada banyak pemain muda berbakat di negeri ini yang diberi kesempatan untuk berlatih, dengan lingkungan dan juga kesempatan yang ada tidak ada alasan lagi pertandingan sepakbola di Inggris tidak bisa memberikan keuntungan dari kerja keras dan juga investasi yang dilakukan oleh klub.

Saya sangat menikmati musim terakhir saya di Man United, bukan karena kami bisa menjadi juara untuk ke-13 kali. Tetapi karena tidak ada faktor keberuntungan dalam meraih gelar juara.


Kami melakukan hal yang tepat, pemain muda yang baik dikombinasikan dengan penampilan tim yang kuat dengan semangat tidak pernah menyerah. Itu yang mereka perlihatkan ketika kami berhasil bangkit dari ketinggalan dan menjadi juara dengan meraih 29 angka dari posisi tertinggal lebih dahulu.


Para penonton juga sangat luar biasa. Sambutan yang saya terima pada pertandingan terakhir di stadion Hawthorns sangat luar biasa. Penampilan terakhir saya di Old Trafford adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa saya dan juga keluarga saya lupakan.

Liga Premir Inggris dikenal di seluruh dunia karena semangat dan juga pengetahuan para fans serta atmosfir di lapangan. Tidak hanya di Old Trafford, pertandingan di Goodison, St James, Anfield dan White Hart Lane selalu menghadirkan dukungan yang fantastis. Itu merupakan bagian dari sejarah dan tradisi pertandingan sepakbola di Inggris yang memberikan kesuksesan hingga hari ini.

Saya akan merindukan semua itu. Tetapi, saya akan tetap menikmati pertandingan liga Premir Inggris terus berkembang, menghasilkan musim yang luar biasa, tim yang fantastis, drama, menarik dan menciptakan pemain hebat. Di atas segalanya, saya adalah seorang fans.” (Dailymail)

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Catatan untuk TNI

Most Popular / Trending