Share This

Timnas Panjat Tebing Optimistis Raih Emas di Asian Games

Hinayah merupakan salah satu dari 20 atlet panjat tebing yang sedang menjalani pemusatan latihan di Jakabaring Sport City (JSC), dalam beberapa pekan terakhir.

BERITA , OLAHRAGA

Rabu, 25 Jul 2018 17:36 WIB

Arena panjat tebing di kawasan Jakabaring Sport City, Palembang akan digunakan dalam perhelatan Asian Games ke-18 pada Agustus 2018 mendatang. (Foto: Hendrawan/KBR)

KBR, Palembang - Tim nasional panjat tebing Indonesia optimistis dapat meraih dua emas dalam gelaran Asian Games ke-18, Agustus mendatang.

Ketua Pengurus Daerah Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumsel, Beni Hernadi menyebutkan salah satu atlet yang diharapkan dapat menyumbang emas adalah Muhammad Hinayah, dari Kabupaten Musi Banyuasin.

Hinayah merupakan salah satu dari 20 atlet panjat tebing yang sedang menjalani pemusatan latihan di Jakabaring Sport City (JSC), dalam beberapa pekan terakhir.

"Hinayah itu juara empat dunia, kategori speed classic. Kalau di level nasional, kita juga cukup bangga. Ranking 1, 2, 3 nasional rata-rata pemanjat dari Sumatera Selatan. Jadi tinggal meningkatkan kompetisi di tingkat daerah untuk menjaring bibit-bibit muda," kata Beni Hernadi, di Palembang, Rabu (25/7/2018).

Beni mengatakan para atlet itu terlihat bersemangat saat menjalani latihan di arena---yang dia sebut sebagai arena panjat tebing terbaik se-Asia. Hal itu, kata Beni, menambah optimisme meraih capaian terbaik di Asian Games yang akan dibuka pada 18 Agustus ini.

Untuk pembinaan atlet lokal, Beni Hernadi mengusulkan agar ada menguatkan pembibitan mulai dari usia dini dengan mencari calon atlet di sekolah.

Salah satu atlet panjat tebing andalan Indonesia, Muhammad Hinayah mengklaim para penghuni Pelatnas panjat tebing sudah semakin matang. Dia optimistis dapat bersaing dengan atlet terbaik Asia seperti dari Iran, China, Jepang dan Korea serta Kazakstan.

Hinayah pernah membuat kejutan pada kejuaraan dunia di Moscow, Rusia pada April lalu. Ketika itu ia menempati peringkat empat dunia untuk kualifikasi kelas Speed Climbing pria pada International Federation of Sport Climbing (IFSC) Climbing Worldcup (B,S) 2018 dengan catatan waktu 6,12 detik.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.