Lagi, Pesepakbola Meninggal Karena Serangan Jantung

KBR68H

OLAHRAGA

Selasa, 30 Jul 2013 10:04 WIB

Author

Doddy Rosadi

Lagi, Pesepakbola Meninggal Karena Serangan Jantung

cristian benitez, meninggal, serangan jantung, birmingham city

KBR68H – Pesepakbola Ekuador, Cristian Benitez meninggal di usia 27 diduga karena serangan jantung. Kematian Benitez hanya berselang beberapa minggu setelah dia meninggalkan klub Meksiko, Club America dan bergabung dengan klub Qatar, El Jaish dengan nilai transfer 10 juta poundsterling.

Federasi Sepakbola Ekuador mengungkapkan, Benitez sempat dilarikan ke rumah sakit karena sakit perut yang akut. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat serangan jantung.

“Federasi Sepakbola Ekuador mengucapkan belasungkawa kepada anggota keluarga, orangtua, istri dan anak serta teman Cristian Benitez. Semoga dia beristirahat dengan damai,”tulis Federasi Sepakbola Ekuador di laman resminya.

Benitez sempat bermain di liga Inggris pada musim 2009-10 bersama Birmingham City. Debutnya di liga Inggris saat Birmingham City melawan Manchester United di stadion Old Trafford pada Agustus 2009.

“Dia adalah pemain yang sangat cepat. Kemampuannya dalam mencetak gol tidak perlu diragukan lagi,”kata Lee Carsley, bekas rekan setim Benitez di Birmingham City.

Karir Benitez di tim nasional Ekuador cukup mentereng. Dia adalah pencetak gol ketiga terbanyak bagi timnas Ekuador yaitu 24 gol. Hanya kalah tujuh gol dari pemegang rekor gol terbanyak yaitu Agustin Delgado.

Musim lalu, Benitez sukses membawa Club America menjadi juara liga. Kasus serangan jantung yang menimpa pesepakbola juga sempat dialami pemain Bolton Fabrice Muamba pada tahun lalu. Namun, nyawa Muamba berhasil diselamatkan. Pesepakbola yang meninggal di lapangan karena serangan jantung antara lain Marc Vivian-Foe, pemain Manchester City yang meninggal saat membela timnas Kamerun di Piala Konfederasi 2002. (Dailymail)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Ngobrol Serius, Tapi Santai: Tips Hadapi Hoax dan Hate Speech

Podcast Kita: Kekerasan terhadap Perempuan

Smara on 7 Podcast

Podokasi: Podcast Edukasi

Kabar Baru Jam 18