Senator AS Desak FIFA Batalkan Piala Dunia di Qatar

Senator Amerika Serikat Bob Casey meminta FIFA untuk mengganti Qatar dengan AS sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Casey menuding Qatar terlibat pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi.

OLAHRAGA

Selasa, 24 Jun 2014 15:31 WIB

Author

Melati Jun Andari

Senator AS Desak FIFA Batalkan Piala Dunia di Qatar

fifa, piala dunia, qatar

Senator Amerika Serikat Bob Casey meminta FIFA untuk mengganti Qatar dengan AS sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Casey menuding Qatar terlibat pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi. 


Casey meminta badan sepak bola internasional itu melakukan pergantian karena kekhawatiran yang signifikan terhadap hak-hak pekerja di Qatar dan praktik korupsi yang terjadi seputar lelang untuk Piala Dunia. 


"Sudah jelas bahwa membiarkan  Piala Dunia dan proyek-proyek infrastruktur di dalamnya untuk mengambil tempat di Qatar tidak lagi dapat diterima dengan meluasnya dugaan penyuapan dan pelanggaran hak-hak pekerja," tulis Casey. 


"Saya sangat percaya bahwa tindakan terbaik terkait hal ini adalah segera memindahkan hak untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia ke Amerika Serikat, sebagai runner-up dalam proses tender yang selesai pada November 2010."


FIFA tengah dilanda kebingungan di tengah klaim penyuapan dan penyalahgunaan tenaga kerja di Qatar sejak menugaskan negara kecil yang kaya akan minyak itu menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Mereka tidak segera menanggapi permintaan Casey dalam suratnya.


Sebuah laporan terbaru dari The Sunday Times di Inggris menyatakan bahwa Mohamed bin Hammam, seorang pejabat Qatar dan bekas anggota komite eksekutif FIFA, merogoh kocek hingga Rp 60 miliar untuk menyuap seorang pejabat sepak bola agar mengamankan posisi Qatar sebagai tuan rumah. Perusahaan sponsor utama Piala Dunia, seperti Adidas, Sony, Visa dan Coca-Cola telah menekan FIFA untuk segera menyelidiki hal itu.

 

Bin Hammam, yang sebelumnya adalah presiden dari Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) dicoret dari FIFA setelah ketahuan menggunakan uang untuk mempengaruhi perolehan suara selama masa kampanye untuk menjadi Presiden FIFA pada 2011.


Selain dugaan tersebut, sebuah laporan berita juga mendokumentasikan kondisi menyedihkan yang dialami oleh para buruh migran yang membangun fasilitas sepak bola di Qatar. Penyelidikan oleh Guardian secara rinci menceritakan bagaimana puluhan migran Nepal meninggal di lokasi proyek-proyek konstruksi. Sementara yang lainnya menghadapi cuaca panas yang brutal dengan kurangnya air minum.


Qatar memberlakukan sistem pekerja imigran, yang dikenal sebagai kafala. Sistem tersebut sering dibandingkan dengan perbudakan, dimana para pekerja asing terikat dengan majikan mereka. 


Sebuah laporan yang mengejutkan dari Konfederasi Serikat Buruh Internasional, mengatakan para pekerja migran diperbudak, hidup dalam kondisi menyedihkan. Aliansi tenaga kerja telah mengkritik pemilihan Qatar sebagai tuan rumah dari awal, karena rekam jejaknya yang buruk terhadap hak-hak buruh.


Jim Boyce, wakil presiden FIFA, mengatakan ia akan mengadakan pemilihan ulang jika tuduhan terhadap Qatar terbukti. Keputusan akan hal ini membutuhkan penyelidikan lebih lanjut dan persetujuan dari berbagai pihak, seperti kepala asosiasi sepak bola di berbagai negara, para pemain dan politisi. (huffingtonpost) 


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18