Wenger: Saya Salah Besar Ketika Tidak Merekrut Bale dari Southampton

KBR68H

OLAHRAGA

Selasa, 04 Jun 2013 09:31 WIB

Author

Doddy Rosadi

Wenger: Saya Salah Besar Ketika Tidak Merekrut Bale dari Southampton

arsene wenger, arsenal, gareth bale, southampton

KBR68H – Manajer Arsenal Arsene Wenger mengaku telah membuat kesalahan besar ketika tidak merekrut Gareth Bale dari Southampton, beberapa tahun lalu. Wenger sebenarnya sudah mengamati dua pemain muda Southampton yaitu Theo Walcott dan Gareth Bale. Namun, Wenger memutuskan hanya memboyong Walcott ke Arsenal.

Pada 2007, Tottenham Hotspur mendapatkan Bale dengan nilai transfer 5 juta poundsterling. Kini, nilai jual Bale sudah naik 16 kali lipat menjadi 80 juta poundsterling.  Wenger beralasan, dia tidak merekrut Bale karena ketika itu Arsenal masih mempunyai dua bek kiri yaitu Ashley Cole dan Gael Clichy.

“Saya harus mengaku bahwa itu adalah sebuah kesalahan besar karena dia bisa bermain sebagai pemain tengah. Awalnya, Bale sempat kesulitan bermain di Hotspur, lalu mereka memindahkannya ke posisi tengah dan tampil luar biasa,”kata Wenger.

Menurut Wenger, karir seorang pemain terkadang tergantung dari posisinya bermain di lapangan. Bale, 23 tahun, merupakan pemain muda berbakat dengan nilai jual tinggi. Klub raksasa Spanyol, Real Madrid sudah menyataka minatnya untuk meminang pemain asal Wales itu.

Musim lalu, Bale meraih penghargaan sebagai pesepakbola terbaik di liga Inggris setelah mencetak 31 gol untuk Hotspur dan timnas Wales. Wenger yakin, Bale akan menjadi salah satu dari lima pesepakbola terbaik di dunia.

“Dia punya potensi. Sekarang hanya tergantung dari konsistensinya serta cidera. Apabila anda melihat Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, dua pesepakbola terbaik di dunia saat ini, mereka punya kesehatan yang luar biasa dan jarang absen di setiap pertandingan,”tegas Wenger. (the Sun)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

TNI Disusupi Radikalisme

News Beat

Kabar Baru Jam 7