Arema Enggan Disebut melawan BOPI

Arema bahkan sudah siap untuk menjalani pertandingan kedua.

BERITA | OLAHRAGA | NASIONAL

Senin, 06 Apr 2015 18:38 WIB

Author

Zulpakar

Arema Enggan Disebut melawan BOPI

Sejumlah pesepakbola Arema Cronus melakukan latihan fisik dan strategi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Rabu (1/4). Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) menyatakan Arema Cronus tidak

KBR, Jakarta - Klub Sepakbola Malang, Arema Cronus, tetap ngotot ikut kompetisi QNB League musim ini, meskipun Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) tidak merekomendasikannya. Arema sudah bertanding pertama kali Sabtu (4/4/2015) lalu.

Namun, Juru Bicara Arema, Sudarmadji, mengatakan pihaknya enggan disebut melawan BOPI. "Tidak ada niatan satu pun untuk melawan petinggi negara, tidak ada satupun untuk melawan kekuasaan negara, tidak ada niatan satupun untuk melawan pemerintah," jelasnya kepada KBR.

Dia mengklaim pertandingan  itu hanya untuk mempertahankan eksistensi klub.

"Yang kita lakukan adalah untuk mempertahankan diri, eksistensi sebuah klub, sebuah organisasi. Karena memang kita tunduk dan patuh pada aturan yang diatur regulator," ujarnya.

Kata Sudarmadji, seharusnya BOPI dapat menyelesaikan masalah tersebut lewat pengadilan---bukan melarang tampil di kompetisi. Dia mengaku optimis Arema akan tetap bisa melanjutkan kompetisi ini hingga usai. Bahkan Arema sudah siap untuk menjalani pertandingan kedua.  


"Kami mohon untuk dipahami untuk BOPI atau Kemenpora,"  pungkasnya. 


Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sebelumnya sudah memberi peringatan kepada Arema Cronus dan Persebaya Surabaya untuk tidak ikut ISL. ISL kini berubah nama jadi QNB League.

Ketua BOPI, Noor Amman, bahkan tak segan-segan membubarkan kedua tim tersebut jika tetap ngotot tampil di kompetisi. Kedua klub tersebut ditolak karena memiliki riwayat dualisme kepengurusan.

Editor : Rio Tuasikal 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN