Draf RUU Pekerja Indonesia di Luar Negeri Tidak Lindungi TKI

KBR68H, Jakart - Aktivis buruh migran menyebutkan perubahan Draf Rancangan Undang-Undang Pekerja Indonesia di Luar Negeri yang dibuat pemerintah, tidak sesuai dengan perlindungan TKI.

OLAHRAGA

Senin, 25 Feb 2013 08:14 WIB

Author

Pipit Permatasari

Draf RUU Pekerja Indonesia di Luar Negeri Tidak Lindungi TKI

RUU, draf, pekerja di luar negeri

KBR68H, Jakart - Aktivis buruh migran menyebutkan perubahan Draf Rancangan Undang-Undang Pekerja Indonesia di Luar Negeri yang dibuat pemerintah, tidak sesuai dengan perlindungan TKI. Koordinator jaringan buruh penentang RUU. Nurus S Mufidah mengatakan, dalam draft itu pemerintah masih menganggap TKI sebagai aset untuk menambah pendapatkan negara. Namun kata dia, buruh migran belum diberikan perlindungan pemerintah.

"Yang krusial menurut kami. pertama Judul amsih tidak berubah dari yang lama. yaitu penempatan dan perlindungan. Nah dari sini kita bisa melihat perspektif mereka dalam melakukan perlindungan hanya penempatan. Udah judulnya penempatan tetapi didalamnya tidak ada perlindungan. Ini mneunjukan bahwa pekerja migran sampe hari ini masih dianggap sebagi komoditas saja." Ujar Koordinator JARI PPTKLN Nurus S Mufidah saat Jumpa Pers di Kantor LBH Jakarta, kemarin.

Koordinator jaringan penentang RUU PPTKILN Nurus S Mufidah menambahkan, pemerintah seharusnya memasukkan konvensi PBB soal perlindungan buruh migran, sebagai dasar merevisi undang-undnag tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri (PPTKILN). Pasalnya, salah satu kewajiban pemerintah pasca meratifikasi sebuah instrumen HAM internasional adalah melakukan harmonisasi hukum nasional dengan konvensi tersebut.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini