Kisruh Dua Persebaya, PSSI Surati Wali Kota Surabaya

KBR68H, Jakarta - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia PSSI menyurati Wali Kota Surabaya terkait kisruh klub Persebaya.

OLAHRAGA

Senin, 06 Jan 2014 16:08 WIB

Author

Bambang Hari

Kisruh Dua Persebaya, PSSI Surati Wali Kota Surabaya

persebaya, kistruh, PSSI, Wali Kota Surabaya

KBR68H, Jakarta - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia PSSI menyurati Wali Kota Surabaya terkait kisruh klub Persebaya. Wakil Ketua PSSI La Nyalla Mataliti mengatakan, surat itu diberikan untuk dijadikan acuan kepada walikota dalam menghadapi kisruh yang terjadi.

Dalam surat itu kata dia, menyebutkan bahwa Keanggotaan Persebaya itu sesuai keputusan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Borobudur yang lalu. Menurut La Nyalla, klub yang dianggap legal oleh PSSI adalah Persebaya Surabaya, bukan Persebaya 1927 bentukan Saleh Ismail Mukadar.

"Kami sudah kirimkan surat yang mengatasnamakan PSSI yang ditandatangani oleh Djoko Driyono. Hanya menyampaikan kepada Walikota yang menyatakan bahwa hasil Kongres Luar Biasa (KLB) yang ada di Hotel Borobudur itu menyatakan Persebaya Surabaya itu yang asli. Harapannya, Walikota tidak bisa diombang-ambing oleh orang yang mengatasnamakan bonek dan bilang Persebaya 1927 itu yang asli tidak bisa," tegas La Nyalla ketika dihubungi KBR68H melalui sambungan telepon, Senin (1/6).

Wakil Ketua PSSI La Nyalla Mataliti menambahkan, selain menyampaikan surat kepada walikota, surat itu juga ditembuskan kepada aparat keamanan setempat, yakni Kepolisian Jawa Timur dan Kepolisian Surabaya. Surat itu kata dia, sudah dikirimkan pada Jumat yang lalu.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik