75 Persen Pesepakbola Profesional Alami Depresi

KBR68H

OLAHRAGA

Kamis, 03 Jan 2013 11:15 WIB

Author

Doddy Rosadi

75 Persen Pesepakbola Profesional Alami Depresi

depresi, pesepakbola

KBR68H – Lebih dari 75 persen pesepakbola profesional di Inggris dan Skotlandia mengaku mengalami depresi. Itulah hasil survei yang dilakukan majalah sepakbola Four Four Two terhadap 100 pemain di dua negara tersebut.
 
Survei tersebut juga mengungkapkan, 26 persen responden mengaku menyaksikan tindakan rasis di lapangan dan 14 persen responden mengaku yakin telah terjadi pengaturan hasil pertandingan. Namun, responden tidak menyebut di tingkat mana telah terjadi pengaturan pertandingan.

Terkait dengan kasus depresi, salah satu pesepakbola dari klub yang tampil di League One mengaku kasus ini melanda nyaris sebagian besar pemain.

“Saya tahu masalah depresi ini menimpa sebagian besar pemain. Saya tahu karena saya juga mengalami masalah ini. Satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah itu adalah berhenti bermain sepakbola”kata pemain tersebut.

Direktur Asosiasi Pesepakbola Profesional Gordon Taylor menegaskan, organisasinya tengah berusaha untuk mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah depresi yang dialami para pesepakbola profesional di Inggris dan Skotlandia.

“Ini merupakan masalah yang sedang kami tangani dalam beberapa waktu terakhir. Kami juga terus berupaya meyakinkan sejumlah pihak bahwa ada sistem yang mendukung mereka,”kata Gordon.

Kata dia, Asosiasi Pesepakbola Profesional sudah menyediakan jasa konsultasi untuk pemain yang mengalami depresi.
 
Hasil survei ini dilakukan selang satu tahun lebih setelah kasus bunuh diri yang dilakukan Gary Speed, bekas pemain Everton dan pelatih timnas Wales. Kasus bunuh diri yang dilakukan Speed mengguncang persepakbolaan di Inggris Raya. Depresi diduga menjadi pemicu Speed untuk melakukan tindakan bunuh diri. (Dailymail)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kenali Nusantara

Kabar Baru Jam 10

Samoa Menetapkan Status Darurat Campak

Laporan Prakiraan Cuaca Sepekan Ke Depan Dari BMKG

Bakal Eksklusif, Masuk Pulau Komodo Mesti Pakai Membership?