Bagikan:

Selama 2021, 46 Orang Tewas Akibat Konflik Bersenjata di Papua

"Memang kita sudah menduga tapi kita tidak berpikir akan secepat itu."

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 29 Des 2021 16:45 WIB

Demianus Magayang ditangkap aparat gabungan

Ilustrasi: Anggota Polsek Bokondini, Papua, melakukan patroli jalan kaki ke permukiman warga untuk wujudkan kamtibmas, Selasa, (30/11). (Humas Polri)

KBR, Jayapura-   Sebanyak 46 orang tewas dalam konflik bersenjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata di Papua selama 2021.
Kapolda Papua, Mathius D Fakhiri mengatakan korban merupakan warga sipil, aparat keamanan dan anggota kelompok bersenjata.

Kata dia,  dari 29 kasus yang dilakukan kelompok bersenjata tahun ini, berada pada lima kabupaten yang merupakan wilayah potensi konflik. Yakni meliputi daerah Puncak, Nduga, Intan Jaya, Yahukimo, dan Pegunungan Bintang.

Mathius  mengatakan, Kabupaten Pegunungan Bintang dan Yahukimo sebelumnya tidak masuk dalam kategori daerah rawan konflik bersenjata. Akan tetapi belakang situasi keamanan di sana mulai berubah.

"Puncak, Nduga dan Intan Jaya (asal korban). Pasca itu kita tahu ada kejadian susulan yang memang bukan di beberapa daerah yang selama ini sering terjadi. Terjadi di Yahukimo, memang kita sudah menduga tapi kita tidak berpikir akan secepat itu. Termasuk terakhir terjadi di daerah Pegunungan Bintang di Kiwirok" kata Kapolda Papua, Mathius D Fakhiri, Rabu (29/12/2021).

Dia merinci, korban tewas dari kalangan warga sipil sebanyak sebanyak 19 orang, prajurit TNI 11 orang, anggota Polri empat orang dan kelompok bersejata 12 orang.

Baca juga: 

Polda Papua Tetapkan 8 Pengibar Bendera Bintang Kejora sebagai Tersangka Makar

Kelompok Bersenjata Diduga Membakar Sekolah di Pegunungan Bintang

Menurut Kapolda Papua, Mathius D Fakhiri, warga sipil dan aparat keamanan tewas akibat kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata. Sedangkan, anggota kelompok bersenjata tewas ketika terjadi baku tembak dengan anggota TNI/Polri.

Katanya, tidak hanya korban tewas, akibat konflik bersenjata sepanjang tahun ini menyebabkan 11 warga sipil  dan tiga anggota Polri terluka. 

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

RAPBN 2023, Penanganan Pandemi Tak Lagi Jadi Prioritas?

Most Popular / Trending