Bagikan:

Polres Rembang Usut Penyebar Poster Hoaks Perayaan Tahun Baru di Alun-alun

Polisi akan menelusuri pembuat dan penyebar informasi hoaks itu. Menurutnya, informasi itu merupakan provokasi karena disebar di tengah-tengah pemerintah mengantisipasi penyebaran Covid-19.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 28 Des 2021 16:28 WIB

Author

Musyafa

hoaks

Flyer hoaks perayaan tahun baru 2022 di Rembang. (Foto: KBR/Musyafa)

KBR, Rembang – Kepolisian Resort Rembang, Jawa Tengah menyelidiki pembuat dan penyebar flyer hoaks mengenai kegiatan Rembang Expo di Alun-Alun, untuk menyambut malam tahun baru 2022.

Pada flyer yang beredar melalui media sosial tersebut dicantumkan adanya pesta kembang api, pentas musik, pameran UMKM dan beragam kegiatan lain. Flyer itu mencantumkan kegiatan digelar antara 27–31 Desember 2021.

Kepala Bagian Operasional Polres Rembang, Moh Mansyur memastikan flyer itu tidak benar alias hoaks. Ia menegaskan pada 31 Desember 2021 sampai 1 Januari 2022, kawasan Alun-Alun Rembang ditutup.

Mansyur mengatakan polisi akan menelusuri pembuat dan penyebar informasi hoaks itu. Menurutnya, informasi itu merupakan provokasi karena disebar di tengah-tengah pemerintah mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Jadi siapa yang nyebar akan kita cari, Reskrim akan kita kerahkan. Masyarakat jangan menyebarkan berita hoax, untuk Alun-Alun tanggal 31 dan tanggal 1 harus tutup," kata Mansyur di Rembang, Selasa (28/12/2021).

Baca juga:

Euforia

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan UKM Kabupaten Rembang, Mohammad Mahfudz juga mengkonfirmasi bahwa woro-woro tersebut merupakan kabar bohong.

Mahfudz mengatakan pemerintah daerah meniadakan kegiatan Rembang Expo, karena situasi pandemi belum memungkinkan.

Ia mengimbau masyarakat bijak ketika menerima informasi dan jangan mudah percaya.

"Biasanya Rembang Expo berlangsung di Balai Kartini, bukan di Alun-Alun. Jangan sampai isyu-isyu semacam ini justru akan menimbulkan permasalahan," ujar Mahfudz.

Mahfudz mengajak masyarakat tidak larut dalam euforia malam pergantian tahun. Menurutnya, kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan banyak orang, lebih baik dihindari dulu.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kemarau Tiba, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan