Bagikan:

Bulog Banyuwangi Siapkan Ribuan Liter Minyak Goreng untuk Operasi Pasar

Permintaan minyak goreng naik hingga dua kali lipat.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 06 Des 2021 13:29 WIB

Bulog Banyuwangi gelar operasi pasar minyak goreng.

Ilustrasi minyak goreng curah dikemas dalam bungkus plastik. Foto: ANTARA

KBR, Banyuwangi- Badan Urusan Logistik (Bulog) Banyuwangi, Jawa Timur, menyiapkan ribuan liter minyak goreng kemasan, untuk operasi pasar di sana. Operasi pasar dilakukan untuk menekan kenaikan harga minyak di pasaran.

Harga minyak goreng saat operasi pasar ditetapkan di bawah harga pasaran, yaitu Rp17.500 per liter. Saat ini harga minyak goreng kemasan di pasaran sekira Rp18 ribu-Rp20 ribu per liter.

Kepala Bulog Banyuwangi Jusri Pakke mengatakan kegiatan itu dilakukan mulai minggu ini bersama Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi. Ia memperkirakan, ribuan liter minyak goreng yang disediakan itu mencukupi untuk kegiatan operasi pasar.

"Kita kalau untuk minyak sekarang masih punyak stok 3.800 liter, dan sementara kami ikutkan operasi pasar yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Kita upayakan lebih rendah walaupun sebenarnya kegiatan itu kegiatan komersialnya Bulog," ujar Jursri Pakke, Minggu (5/12/2021).

Baca juga:

Ia mengaku, permintaan minyak goreng naik hingga dua kali lipat, karena itu Bulog telah menyediakan stok lebih untuk mengantisipasi tingginya permintaan jelang Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

"Kami (Bulog) memang permintaan minyak sendiri agak naik sekarang ini, mungkin naiknya 2 kali lipat meski harganya naik. Makanya baru kali ini kami siapkan sampai 3.000 sampai 4.000 liter," ujarnya.

Jusri Pakke menambahkan, Bulog Banyuwangi juga menyiapkan 16.800 ton beras menjelang Nataru. Jumlah itu diperkirkan mencukupi hingga tujuh bulan ke depan. Ia mengklaim, stok beras aman selama periode libur panjang Nataru di Banyuwangi.

Kata dia, rata- rata konsumsi beras masyarakat Banyuwangi mencapai 200 ton per bulan. Dengan stok tersebut, Banyuwangi masih surplus beras. Karena itu, masyarakat diimbau tidak khawatir dengan ketersediaan stok beras di kabupaten yang berada ujung timur Pulau Jawa ini.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Most Popular / Trending