Masuk Bali Diperketat, Jumlah Wisatawan Asal Banyuwangi Diprediksi Turun 70 Persen

Turunnya jumlah penumpang karena syarat masuk yang diperketat oleh Pemerintah Bali melalui surat edaran Gubernur

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 18 Des 2020 13:24 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Masuk Bali Diperketat, Jumlah Wisatawan Asal Banyuwangi Diprediksi Turun 70 Persen

Ilustrasi Bali. Foto (Sebastian Pena/Unsplash)

KBR, Banyuwangi- PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, memperkirakan jumlah penumpang kapal yang hendak menyeberang ke Pulau Bali pada libur Natal dan Tahun Baru 2021 turun hingga 70 persen.

Manager Usaha PT ASDP Ketapang Banyuwangi, Marsadik mengatakan turunnya jumlah penumpang karena syarat masuk yang diperketat oleh Pemerintah Bali melalui surat edaran Gubernur. Kata dia, diperkirkan jumlah penumpang melalui jalur penyebrangan Ketapang- Gilimanuk hanya berkisar 900 hingga 1.000 penumpang perhari. Padahal selama pandemi jumlah penumpang mencapai 3.000.

“Kita apalagi dengan ekonomi yang belum stabil ini, kondisinya begini sepeda motor saja Rp25.000 apalagi dengan penumpang Rp8.500 dia mau masuk ke Bali tiket ferynya Rp8.500 antigenya itu Rp375.000, tentunya sangat berat. Namun karena ini sudah kebijakan pemerintah daerah, mau tidak mau, suka tidak suka ya harus berjalan,”ujar Marsadik, Jumat (18/12/2020) di Banyuwangi.

Marsadik menambahkan, aturan baru dari Pemerintah Provinsi Bali ini akan diberlakukan mulai Jumat 18 Desember 2020. PT ASDP Ketapang, terus melakukan sosialisasi kepada pengguna jasa pelayaran di ke dua pelabuhan terkait peraturan baru tersebut.

Sementara itu, untuk menyabut libur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021 ini, PT ASDP Ketapang, telah mempersiapkan sarana penunjang di kawasan Pelabuhan seperti penambahan jumlah loket untuk kendaraan roda empat, tempat cuci tangan dan posko gabungan Nataru.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Izin Keruk Harta Karun RI

Kabar Baru Jam 8

Mama 'AB': Mengikat Yang Tercerai

Gelar Konser Musik dan Seni Pertunjukan Offline. Apa Sudah Memungkinkan?