Anggota TNI yang Hilang di Papua Belum Ditemukan

Hengky membawa satu pucuk senjata api jenis SS2.

NUSANTARA

Jumat, 04 Des 2020 13:56 WIB

Author

Arjuna Pademme

Anggota TNI yang Hilang di Papua Belum Ditemukan

Ilustrasi anggota TNI mencari sejumlah korban hilang akibat bencana. Foto: Antara.

KBR, Jayapura- Seorang anggota TNI bernama Hengky Sumarlin Zai yang hilang di Papua hingga kini belum ditemukan. Hengky hilang sejak tiga pekan lalu.

Komandan Kodim 1710 Mimika, Yoga Cahya Prasetya mengatakan tim gabungan TNI-Polri masih mencari keberadaan Hengky. Kata dia, pencarian juga melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.

Selain itu, TNI juga telah menyurati manajemen PT Freeport Indonesia untuk meminta bantuan pencarian menggunakan helikopter milik perusahaan tambang tersebut.

"Pencarian secara fisik atau pun dengan patroli, titik radiusnya juga sudah diperlebar khususnya arah seandainya ada kemungkinan tahu tahu ternyata masuk ke sungai, itu sampai arah ke sekian ratus meter arah aliran kita cari juga. Tapi, memang sampai sekarang belum ada hasil. Tapi intinya secara tanggung jawab dari TNI-Polri kita tetap mencari. Nanti seperti apa kita tunggu perkembangannya," kata Yoga Cahya, Jumat (4/12/2020).

Dandim Mimika, Yoga Cahya belum bisa memastikan batas waktu pencarian.

Hengky, adalah anggota TNI dari Batalyon Infanteri 756/Wimane Sili (WMS). Ia tergabung dalam satuan tugas atau satgas pengamanan di areal PT Freeport Indonesia.

Prada Hengky hilang saat berpatroli menyusuri kali di Kampung Utikini, Distrik Tembagapura bersama 15 orang rekannya, pada 17 November 2020.

Saat hilang, Hengky Sumarlin Zai mengenakan pakaian seragam lengkap dengan rompi dan helm. Ia juga membawa satu pucuk senjata api jenis SS2 V4 dengan nomor senjata: 01-4296.

Menurut Yoga Cahya, rekan-rekan Hengky baru menyadari korban hilang saat berkonsolidasi setelah berjalan beberapa jauh.

Rekannya sempat melihat body system yang digunakan Prada Hengky bergerak di sepanjang aliran sungai. Body system adalah alat yang dipasang di masing-masing prajurit saat berpatroli. Fungsinya untuk memantau posisi dan pergerakan.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Utang Negara Kian Meningkat

Kabar Baru Jam 7

Peran UMKM Pangan dalam Pemberdayaan Ekonomi Gambut

Kabar Baru Jam 8

Desakan Memberantas Intoleransi di Sekolah