Polisi Tangkap 34 Orang Saat Peringatan Kemerdekaan Papua Barat

"Ditengarai membawa antribut dan senjata tajam. Kemudian dihentikan oleh anggota (polisi), ditemukan ada sejumlah atribut Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang mereka bawa," kata Paulus Waterpauw

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Senin, 02 Des 2019 14:13 WIB

Author

Arjuna Pademme

Polisi Tangkap 34 Orang Saat Peringatan Kemerdekaan Papua Barat

Warga melintasi penjagaan prajurit TNI dan Polri di Wamena,Papua, Sabtu (30112019). ANTARA FOTO/ Iwan Adisaputra.

KBR, Jakarta- Aparat kepolisian menangkap 34 orang di wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura pada Sabtu (30/11/2019) pukul 22.00 WIT.

Kapolda Papua, Paulus Waterpauw mengatakan puluhan orang tersebut ditangkap saat polisi menghentikan truk yang mereka tumpangi dari arah Kota Sentani menuju ke arah Waena, Kota Jayapura.

Puluhan orang ini diduga menuju ke Kota Jayapura untuk merayakan hari kemerdekaan Papua Barat pada 1 Desember 2019.

"Ditengarai membawa antribut dan senjata tajam. Kemudian dihentikan oleh anggota (polisi), ditemukan ada sejumlah atribut Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang mereka bawa," kata Paulus Waterpauw, Senin (2/12/2019).

Sejumlah barang bukti yang ditemukan polisi saat memeriksa truk tersebut di antaranya, tiga bilah parang panjang, dua buah ketapel, dua bilah pisau, sebilah sangkur.

Polisi juga menemukan sejumlah pakaian yakni 18 helai celana panjang loreng khas KNPB dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN PB) model PDL II, 19 helai baju loreng beserta lambang Bintang Kejora dan lambang TPN-PB model PDL II, enam helai baju kaos loreng, sebuah buah rompi loreng, dua topi loreng dan beberapa dokumen yang berhubungan dengan Papua merdeka.

"Atribut dan senjata tajam itu kemudian kita sita dan sedang diproses. Sedang diambil keterangan seluruhnya oleh Polres Jayapura," ujar Paulus.

Paulus Waterpauw menyebut pakaian loreng yang dikenakan beberapa orang didapat dari kerabat dan sebagian dibeli. Sedangkan lambang bendera Bintang Kejora dan lambang TPN-PB dibeli dari seseorang yang belum diketahui identitasnya seharga Rp100.000.

Kondisi Diklaim Kondusif


Kapolda Papua, Paulus Waterpauw menyatakan perayaan hari kemerdekaan Papua Barat secara umum berlangsung aman.

Ia mengklaim, tidak ada aksi dari kelompok masyarakat atau organisasi tertentu yang mengganggu keamanan warga.

"Kehadiran Bapa Presiden kemarin, Bapak Menkopolhukam, Bapak Mendagri, Bapak Kapolri, Bapak Panglim TNI dan seluruh pejabat-pejabat hadir di Papua sangat mewarnai keamanan tersendiri," kata Paulus Waterpauw, Senin (2/12/2019).

Pada peringatan 1 Desember di Papua kata Kapolda, ada kelompok masyarakat di beberapa daerah yang menggelar ibadah bersama di area terbuka. Akan tetapi ibadah berjalan aman hingga selesai.

Misalnya di Kabupaten Dogiyai, ada sekelompok masyarakat yang diduga dipimpin oleh Komite Nasional Papua Barat atau KNPB mengajukan permohonan izin kepada polisi untuk ibadah di lapangan.

"Mereka hanya betul ibadah dan kemudian membubarkan diri. Ada sedikit orasi tapi prinsipnya itu bagian daripada mereka," pungkasnya.


Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme