Share This

UNHCR Verifikasi Imigran Rohingya di Aceh Timur

"Verifikasi dilakukan untuk mempermudah proses registrasi dalam menentukan status warga Rohingnya itu, apakah mereka pengungsi kemanusiaan atau bukan"

BERITA , NUSANTARA

Jumat, 07 Des 2018 12:36 WIB

UNHCR Verifikasi Imigran Rohingya di Aceh Timur

Muslim rohingnya yang merapat di dermaga Pelabuhan Kuala Idi, Kabupaten Aceh Timur. (Foto : Imigrasi Langsa)

KBR, Aceh- Tim dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) melakukan verifikasi seluruh imigran Rohingya asal Myanmar di Kantor Imigrasi Kota Langsa, Aceh Timur. Kepala Seksi Pengawasan, dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kota Langsa, Fachryan mengatakan, verifikasi dilakukan untuk mempermudah proses registrasi dalam menentukan status warga Rohingnya itu, apakah   pengungsi kemanusiaan atau bukan.

Ia mengatakan, dalam mendata imigran Rohingya ini, menggunakan pemandu bahasa UNHCR perwakilan Bangkok, Thailand, dan proses verifikasi memerlukan waktu dalam beberapa hari ke depan.

Baca: Imigrasi Aceh Data Puluhan Imigran Rohingya

”Jadi pihak UNHCR ini akan datang 2 tahap, yang sudah dilakukan sekarang adalah pendataan dan verifikasi awal. Dia (UNHCR, red) berkomunikasi dengan interpreter (penerjemah bahasa) dari Bangkok, dengan cara itu di loud speaker melalui handphone,” kata Fachryan kepada KBR usai mendampingi pihak UNHCR, Kamis Malam (6/12).

Fachryan menambahkan, ke-20 pengungsi itu juga menjalani pemeriksaan medis dari petugas Kantor Kesehatan Karantina Pelabuhan (KKP) Lhokseumawe bersama Dinas Kesehatan Langsa.

Pemeriksaan ini dilakukan bertujuan untuk mendeteksi penyakit atau virus berbahaya dari imigran Rohingnya tersebut.

”Bersamaan verifikasi UNHCR juga tiba petugas KKP bersama Dinkes. KKP juga membagikan masker, sarung tangan, peralatan mandi, dan kantong plastik sampah,” tambah Fachryan.

Baca juga:

Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.