Puncak Hujan di Januari, BNPB Ingatkan Masyarakat Siaga

Kalau sudah mulai masuk bulan desember kita harus waspada terhadap bahaya banjir dan longsor.

BERITA , NUSANTARA

Kamis, 20 Des 2018 12:15 WIB

Author

Anugrah Andriansyah, Astri Septiani

Puncak Hujan di Januari, BNPB Ingatkan Masyarakat Siaga

Ilustrasi banjir bandang. (Foto: Humas BNPB Aceh)

KBR, Jakarta - Puncak curah hujan diperkirakan terjadi pada Januari 2019. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat untuk waspada dan mengantisipasi bahaya bencana tersebut.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei mengatakan, BNPB telah melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) serta seluruh pemerintah daerah untuk mengantisipasi bahaya banjir dan longsor akibat curah hujan tinggi pada Januari 2019.

"Puncak hujan diprediksi pada Januari 2019. Dari tahun ke tahun kita selalu mengamati. Kalau sudah mulai masuk bulan Desember kita harus waspada terhadap bahaya banjir dan longsor. Dan ini sudah kita antisipasi langsung, rapat koordinasi langsung dipimpin Menko PMK dengan seluruh Pemda," kata Willem, ditemui di Graha BNPB, Kamis (19/12/18).

Willem menambahkan, beberapa wilayah rawan antara lain di hampir sebagian besar Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Nusa Tenggara berpotensi tinggi mengalami bencana terjadi banjir, longsor, dan puting beliung.

Sementara di daerah Sulawesi, Maluku dan Papua berpotensi mengalami curah hujan menengah.

Banjir di Sumatera Utara 

Pada Rabu (19/12/2018), banjir bandang dan tanah longsor menerjang beberapa desa di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Banjir dan tanah longsor ini tak hanya menelan korban jiwa, tapi juga merusak lahan pertanian milik warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi, Bahagia Ginting mengatakan, korban hilang mencapai tujuh orang, dan sekitar 90 hektar lahan perkebunan warga rusak.

"Korban ada sembilan jiwa, tapi dua orang selamat dan tujuh lainnya kita duga hilang. Dampak banjir juga menerjang 90 hektar perkebunan milik warga," ujar Bahagia kepada KBR, Rabu (19/12/2018).

Banjir bandang dan longsor juga menyebabkan rusaknya saluran irigasi dan putusnya jembatan penghubung dusun.

"Kita juga mencatat jembatan penghubung antar dusun putus. Tidak sedikit juga masyarakat yang kehilangan ternaknya karena hanyut terbawa arus. Bencana diduga terjadi karena intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa hari belakangan," ungkap Bahagia.

Saat ini petugas BPBD Dairi, tim SAR, dan TNI/Polri masih terus melakukan pencarian terhadap korban hilang. BPBD Dairi juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada dalam menyikapi cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut.

Editor: Kurniati 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tak Berpihak Pada Nelayan, Pemerintah Didesak Revisi Perda Zonasi Wilayah Pesisir