Share This

20 Imigran Rohingya Berlabuh di Aceh Timur

BPBD Aceh Timur juga telah berkoordinasi dengan Imigrasi Aceh untuk melakukan pendataan terhadap identitas imigran tersebut.

BERITA , NUSANTARA

Selasa, 04 Des 2018 15:55 WIB

20 Imigran Rohingya Berlabuh di Aceh Timur

Imigran rohingya ditemukan di Kuala Idi, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (4/12/2018) pagi. (Foto : BPBD Aceh Timur)

KBR, Aceh Timur– Sebanyak 20 warga imigran Rohingya asal Myanmar berlabuh di Kuala Idi, Kabupaten Aceh Timur, Selasa Pagi (4/12/2018).  Sebagian besar imigran Rohingya tersebut didominasi kalangan remaja.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Syahrizal Fauzi mengatakan, imigran Rohingya itu berlabuh di perairan Selat Malaka Aceh Timur menggunakan perahu bermesin kecil.

BPBD Aceh Timur juga telah berkoordinasi dengan Imigrasi Aceh untuk mendata identitas imigran tersebut.

”Bukan terdampar orang ini pak. Ini merapat sendiri 20 orang laki-laki semua dengan kapal yang lengkap mesin kapal, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan terus semuanya kondisi sehat. Saat ini mereka ditempatkan di Pos Angkatan Laut (Lanal) dan Muspika Kecamatan Idi,” kata Syahrizal Fauzi kepada KBR, Selasa (4/12/2018).

Ia menambahkan, ke-20 muslim Rohingya ini di tempatkan di  Rumah Dinas TNI Angkatan Laut Pos Idi, Kabupaten Aceh Timur.

Kedatangan manusia perahu itu langsung disambut masyarakat nelayan pesisir setempat, yang memberikan mereka makanan dan minuman.

Baca juga:

Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.