Sekda Jombang Bantah Digeledah KPK Karena Suami Tersangka Korupsi

Ita Triwibawati sendiri diperiksa oleh petugas KPK selama kurang lebih 3 jam.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 05 Des 2016 18:23 WIB

Author

Muji Lestari

Sekda Jombang Bantah Digeledah KPK Karena Suami Tersangka Korupsi

Petugas KPK nampak membawa sejumlah barang bukti yang diduga dokumen penting dalam sebuah koper besar dari ruang kerja Sekda kabupaten Jombang. (Foto: Muji Lestari/KBR)


KBR, Jombang– Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Ita Triwibawati, mengakui sejumlah petugas dari KPK telah datang dan menggeledah ruang kerjanya.  Ita menjelaskan,  pemeriksaan itu terkait sejumlah kegiatan yang ada di Pemkab Jombang.  Namun, saat ditanya awak media soal pemeriksaan terhadap aset keluarganya, dia enggan memberikan komentar.

"Soal kegiatan-kegiatan yang ada di Kabupaten Jombang. (Nganjuk apa Jombang bu?) Ya Jombang. (Apa terkait juga dengan perusahaan keluarga ibu?) Ya kita lihat saja nanti," kata Ita Triwibawati, usai diperiksa petugas KPK di ruang kerjanya, senin (05/12/16), petang.

Ita Triwibawati sendiri diperiksa oleh petugas KPK selama kurang lebih 3 jam. Usai memintai sejumlah keterangan terhadap Ita secara tertutup, nampak petugas KPK itu ke luar dengan membawa sejumlah barang bukti dari ruang kerja Sekda Kota santri tersebut. Diantaranya, sebuah koper besar dan sejumlah tas yang diduga berisikan dokumen penting.

Sementara, usai menggeledah ruang kerja Sekda kabupaten Jombang, para petugas KPK langsung bergegas meninggalkan halaman Pemkab Jombang menggunakan tiga mobil, tanpa memberikan keterangan kepada awak media.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme