Bagikan:

Sejumlah Kades Terjerat Korupsi, Polisi Ingatkan Penggunaan Dana Desa

Kepolisian Reserse Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah mengimbau para kepala desa di wilayah itu untuk memanfaatkan dana desa sesuai mekanisme.

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 31 Des 2016 20:52 WIB

Author

Alex Gunawan

Sejumlah Kades Terjerat Korupsi, Polisi Ingatkan Penggunaan Dana Desa

Ilustrasi


KBR, Pangkalan Bun - Kepolisian Reserse Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah mengimbau para kepala desa di wilayah itu untuk memanfaatkan dana desa sesuai mekanisme.

Bila perlu, untuk menghindari potensi penyelewengan karena ketidakmampuan mengelola, Kapolres Kotawaringin Barat Pria Presmos menyarankan agar kepala desa meminta bantuan asistensi ke pejabat pemerintah daerah setempat.

"Kepada perangkat desa, apabila akan melakukan pembangunan di desa harus sesuai mekanisme yang ada, jika tidak bisa mereka bisa meminta asistensi kepada kecamatan mereka," kata Kapolres Kotawaringin Barat Pria Presmos saat di Mapolres, Sabtu (31/12/2016).

"Kemudian kecamatan bisa menunjuk dinas atau badan di kabupaten, sehingga ada yang melakukan asistensi," imbuhnya.

Sepanjang tahun ini, Kepolisian Kotawaringin Barat mencatat sebanyak empat kepala desa di kabupaten itu terjerat kasus dugaan korupsi. Di antaranya Kepala Desa Sulung, Kecamatan Arut Selatan dengan kerugian negara Rp140 juta yang saat ini sudah masuk tahap penuntutan di Kejaksaan Negeri Pangkalan Bun.

Baca:

Kemudian, Desa Tanjung Putri, Kecamatan Arut Selatan; Desa Purbasari, Kecamatan Kumai; dan Desa Makarti Jaya, Kecamatan Pangkalan Lada. Dari tiga desa itu, negara dirugikan sebanyak Rp342 juta. Saat ini, dugaan korupsi di tiga desa itu masih ditangani Satuan Reskrim Polres Kotawaringin Barat. (ika)

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending