Bagikan:

Pemkot dan DPRD Godok Aturan Taksi Online di Balikpapan

"Kami sudah tindaklanjuti, kami ke Jakarta sama teman-teman, kami konsultasikan ke Dinas Perhubungan DKI, karena memang DKI sudah pernah punya pengalaman yang sama."

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 07 Des 2016 15:28 WIB

Pemkot dan DPRD Godok Aturan Taksi Online di Balikpapan

Ilustrasi. (Gambar: ubermanilatips)


KBR, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) segera menggodok peraturan tentang operasional taksi online. Ini menyusul protes Forum Komunikasi Pengusaha Angkutan kota Balikpapan (Forkopab) dan Organda lantaran keberadaan taksi online dianggap mengakibatkan penurunan pendapatan hingga 50 persen.

Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Andi Arif Agung mengatakan, telah mengagendakan rapat dengar pendapat dengan pengusaha taksi online maupun pengusaha transportasi yang terlibat untuk membahas aturan ini. Rapat tersebut, nantinya akan menjadi bahan rekomendasi bagi Wali Kota mengeluarkan Peraturan walikota.

"Kami sudah tindaklanjuti, kami ke Jakarta sama teman-teman, kami konsultasikan ke Dinas Perhubungan DKI, karena memang DKI sudah pernah punya pengalaman yang sama," kata Andi Arif Agung di Balikpapan, Rabu (7/12/2016).

Baca: Kemenhub Bentuk Tim Revisi Aturan Taksi Online

"Bahkan, di sana (Jakarta) itu sampai muncul kerawanan sosial, sampai tawuran antar taksi onlie. Kemarin sudah kami konsultasikan, bagaimana penanganannya, bagaimana situasinya, lalu apa solusi yang harus kita lakukan," imbuhnya.

Pemerintah Kota Balikpapan sejak Juli 2016 lalu sebenarnya telah melarang operasional taksi online, karena masih menunggu peraturan yang jelas. DPRD pun, menurut Andi, telah meminta Pemkot Balikpapan menertibkan dan merazia taksi online yang masih beroperasi. (ika)

Baca: Perpanjangan Sosialisasi Aturan Taksi Online

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Bokek Bikin Stres?

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8