Pasar Apung Tradisional Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru di Cilacap

Dinas Kelautan Perikanan dan Pengelola Sumberdaya Kawasan Segara Anakan (DKP2SKSA) Cilacap, Jawa Tengah mewacanakan pengembangan pasar apung tradisional (floating market) di Perairan Cilacap.

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 17 Des 2016 16:39 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Pasar Apung Tradisional Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru di Cilacap

Wisata di Laguna Segara Anakan. Pelancong sedang menikmati kegiatan susur hutan mangrove di Perairan Cilacap. (Foto: KBR/Muhamad Ridlo)


KBR, Cilacap – Dinas Kelautan Perikanan dan Pengelola Sumberdaya Kawasan Segara Anakan (DKP2SKSA) Cilacap, Jawa Tengah mewacanakan pengembangan pasar apung tradisional (floating market) di Perairan Cilacap.

Kepala DKP2SKSA Cilacap, Supriyanto mengatakan, pasar apung ini akan diintegrasikan dengan rencana revitalisasi pasar ikan higienis program Kementerian Kelautaan dan Perikanan (KKP). Proyek itu sudah dua tahun belakangan, mangkrak.

Pasar apung tersebut rencananya dibangun di Perairan Bengawan Donan yang terletak antara Lomanis, Kelurahan Donan hingga Sleko, Kelurahan Cilacap Selatan. Konsepnya, kata Supriyanto, bisa mengadopsi pasar apung di Kalimantan atau Sumatera yang telah lebih dulu dikenal dengan pasar apung sungai.

"Gagasan untuk ke depan ini kan kita bisa mencontoh di Kalimantan di floating market-nya. Sebenarnya itu kan sederhan ya, kita bisa ajak beberapa kelompok misalnya, kemudian didorong oleh CSR Pertamina," jelas Supriyanto saat dihubungi KBR, Sabtu (17/12/2016).

"Nggak usah jauh-jauh, antara Lomanis hingga Sleko saja, itu sudah inner beauty lho. Dan itu menjadikan ikon yang luar biasa untuk Kabupaten Cilacap sebenarnya. Dengan didorong termasuk Dinas Pariwisata," lanjutnya.

Sebagian nelayan dan petani di Kawasan Laguna Segara Anakan, lanjut Supriyanto, sebetulnya sudah mempraktikkan konsep pasar apung di Perairan Cilacap. Transaksi hasil tangkap atau hasil bumi kerapkali dilakukan di atas perahu.

Baca:

Dia pun melanjutkan, selain untuk pengembangan kegiatan ekonomi, pasar apung di Perairan Cilacap juga bakal lebih menonjolkan konsep pariwisata. Supriyanto optimistis, lokasi ini akan berkembang menjadi destinasi wisata anyar di kabupaten tersebut. Apalagi, titik pasar apung itu dikelilingi kawasan hutan mangrove dan latar Pulau Nusakambangan di seberang Perairan Bengawan Donan.

Kepala DKP2SKSA Cilacap, Supriyanto menuturkan, Pemerintah Kabupaten Cilacap dan KKP kini tengah membahas rencana integrasi pasar apung dengan revitalisasi pasar ikan higienis. Ia pun berharap, Sabtu (17/12/2016) hari ini peta besar perencanaan atau grand desain pengembangan keduanya bisa dirumuskan. Dengan begitu, muncul langkah konkret dan solusi untuk merampungkan proyek yang dua tahun mangkrak tersebut.

Supriyanto menambahkan, akan mengajak kelompok masyarakat untuk mengembangkan pasar ikan higienis dan pasar apung itu. Misalnya, kelompok nelayan dan UKM bakal dilibatkan untuk menggarap industri perikanan. Dia yakin, pasar ikan higienis yang dikombinasikan dengan produk perikanan akan menjadi sektor yang berkembang. Sebab, menurutnya, Cilacap memiliki kekayaan sumber daya kelautan yang melimpah dengan cakupan harga yang mampu bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain. (ika)

Baca: Revitalisasi Tempat Pelelangan Ikan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme