covid-19

Menurut Peneliti, Ini Sebab Indonesia Masih Impor Bawang

Peneliti Utama Pusat Kajian Holtikultura Tropika (PKHT) LPPM IPB, Sobir menyebut masih bergantungnya pemerintah terhadap impor bawang lantaran masalah jadwal tanam.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 08 Des 2016 21:06 WIB

Menurut Peneliti, Ini Sebab Indonesia Masih Impor Bawang

Ilustrasi (Foto: KBR)


KBR, Bogor- Peneliti Utama Pusat Kajian Holtikultura Tropika (PKHT) LPPM IPB, Sobir menyebut masih bergantungnya pemerintah terhadap impor bawang lantaran masalah jadwal tanam. Ujarnya, Indonesia kerap mengimpor bawang di bulan Februari atau di triwulan awal. Hal itu karena produksi bawang pada rentang bulan tersebut anjlok karena lahan yang dipakai tidak bisa digunakan.

"Sebenarnya seringkali impor itu di bulan Februari, Maret dan April. Karena kita berbeda musim panennya dengan beberapa negara di Asia Tenggara seperti, Filipina, Malaysia dan Vietnam. Jadi sebenarnya, produksi bawang kita di bulan tadi anjlok. Kenapa anjlok? Karena sawah tempat nanam bawang merah ditanami padi, dengan demikian produksinya anjlok," jelasnya saat ditemui di Bogor, Jawa Barat, Kamis (08/12).

Tetapi nanti, pada bulan November dan Oktober, itu ekspor bawang kita tinggi," tambahnya.

Sobri menjelaskan, Indonesia memang menjadi pemasok bawang terbesar di kawasan Asia Tenggara bahkan di dunia. Namun pola tanam dan panen yang tidak bisa berbarengan menjadi kendala untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Hal itulah yang membuat Indonesia masih tergantung impor.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7