Kondisi 7 Bocah Korban Penganiayaan di NTT Mulai Membaik

Untuk pemulihan, kepolisian juga akan siap mengirimkan tim trauma healing agar kejiwaan mereka tetap sehat.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 14 Des 2016 15:57 WIB

Author

Yudi Rachman

Kondisi 7 Bocah Korban Penganiayaan di NTT Mulai Membaik

Ilustrasi. (Foto: reskrimum.metro.polri.go.id)


KBR, Jakarta - Markas Besar Kepolisian (Mabes Polri) akan membantu pemulihan trauma tujuh anak SD di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur yang menjadi korban penganiayaan dengan senjata tajam.

Juru bicara Mabes Polri Awi Setiyono mengatakan kondisi para korban saat ini berangsur baik meskipun sempat kritis kemarin.

Untuk pemulihan, kepolisian juga akan siap mengirimkan tim trauma healing (pemulihan trauma) agar kejiwaan mereka tetap sehat.

"Mereka sudah berangsur-angsur pulih. Memang sempat kemarin ada dua anak yang kritis tetapi sekarang, Alhamdulillah sudah bisa berbicara. Psikologis anak-anak bagaimana pak? Namanya korban kekerasan apalagi dilukai dengan senjata tajam tentu berimbas ke sana. Kalau memang nanti perlu pendampingan trauma healing kita akan bantu. Kalau pemda tidak bisa melakukan kita akan bantu, kita kan bersinergi," kata Awi Setiyo di Mabes Polri, Rabu (14/12/2016).

Para bocah itu menjadi korban penganiayaan seorang pedagang bernama Irmansyah. Pelaku yang sempat ditahan di kantor polisi itu kemudian tewas, setelah diamuk massa yang menggeruduk ke kantor polisi.

Baca juga:


Awi menambahkan, motif pelaku penganiayaan diduga stres karena tekanan ekonomi. Kepolisian membantah ada teman pelaku yang terkait dengan peristiwa itu.

"Dia sendirian cari kerja, jualan kelontong. Dia masuk NTT sendirian pada akhir November lalu. Makanya kita sedang cari keluarganya. Kalau tidak salah di Depok ya," katanya.

Awi juga membantah ada kelompok yang diamankan terkait pelaku. Kata Awi, mereka yang diamankan itu disebabkan karena ketakutan dan baru akan merapat ke pulau tersebut, dan tidak memiliki hubungan dengan pelaku.

"Ada informasi yang diamankan tetapi itu tidak ada hubungannya dengan pelaku. Mereka itu mau merapat ke pulau tetapi karena ada kejadian maka dilarang, kalau merapat takutnya jadi kenapa-kenapa. Tapi tidak ada hubungannya," katanya.

Baca: Polisi Kirim Ratusan Personel Tambahan ke Sabu Raijua   

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Presiden Menghidupkan Jabatan Wakil Panglima TNI