Hadang Keanggotaan ULMWP di MSG, Ini yang Dilakukan Wiranto

"Bukti fisik kepada mereka yang belum pernah tahu mengenai kemajuan Indonesia dalam rangka membangun Papua. Itu sudah dilaksankan kemarin kita mengirim satu utusan ke Nauru ya, ke Fiji,".

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 23 Des 2016 18:31 WIB

Author

Randyka Wijaya

Hadang Keanggotaan ULMWP di MSG, Ini yang Dilakukan Wiranto

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM Wiranto memberikan keterangan resmi terkait aksi damai 212 di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (1/12). Foto: ANTARA


KBR, Jakarta - Pemerintah Indonesia akan terus memengaruhi negara-negara angggota Melanesia Spearhead Group (MSG) agar menolak pengakuan anggota penuh terhadap Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP).

Caranya, kata Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Kemananan, Wiranto, dengan menunjukkan langsung kepada para anggota MSG mengenai pembangunan fisik yang berada di sejumlah wilayah di di Papua Barat. Ia juga mengaku telah mengirim utusan ke negara Pasifik yakni Republik Nauru dan Fiji. 

"Terus kita melakukan satu cara-cara ya. Baik cara-cara dengan informasi maupun dengan cara-cara kita mengundang langsung dari para anggota MSG. Untuk langsung memberikan kesaksian mengenai bagaimana Indonesia menangani hal-hal pembangunan di Papua dan Papua Barat. Itu yang kita lakukan. Oleh karena itu, saya katakan melawan opini-opini yang jahat tentang Papua itu hanya dilakukan dengan cara-cara memberikan satu bukti langsung," kata Wiranto di Gedung Kemenko Polhukam, Jumat (23/12/2016).

"Bukti fisik kepada mereka yang belum pernah tahu mengenai kemajuan Indonesia dalam rangka membangun Papua. Itu sudah dilaksankan kemarin kita mengirim satu utusan ke Nauru ya, ke Fiji," pungkas Wiranto.

Baca juga: Dukung MSG, Ratusan Aktivis dan Simpatisan KNPB Masih Ditahan


Sejumlah negara Pasifik, klaim dia, siap untuk membantu penjelasan aktual tentang Papua termasuk menunjukkan perkembangan pembangunan saat ini di Papua Barat.

Sebelumnya, Wiranto menghendaki agar MSG menolak keanggotaan penuh ULMWP. Sedangkan saat ini ULMWP masih berstatus sebagai pengamat (observer) di MSG. Apabila MSG menerima ULMWP sebagai anggota penuh, Wiranto berujar akan berdampak buruk pada hubungan antarnegara.

Jumat ini (23/12/2016) adalah hari terakhir MSG menggelar pertemuan anggota membahas rancangan kriteria keanggotaan MSG. Pertemuan itu juga membahas nasib keanggotaan ULMWP apakah diterima menjadi anggota penuh. Namun karena jelang Natal, pertemuan ditunda dan akan dilanjutkan di Leader Summit, awal Januari.  

Hingga saat ini, dua dari empat negara anggota MSG yakni Vanuatu dan Kepulauan Solomon mendukung UMLWP masuk menjadi anggota penuh. Sedangkan, Fiji dan Papua Nugini mendukung Indonesia untuk menolak keanggotaan penuh ULMWP.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri melalui Juru Bicaranya, Arrmanatha Nasir mengklaim Indonesia telah menggelontorkan dana bantuan 1,8 juta USD setara Rp23,6 triliun ke sejumlah negara anggota MSG. Dana itu berupa bantuan teknis seperti bantuan dalam bidang pertanian, perikanan, penanganan bencana dan sebagainya. Arrmanatha Nasir mengatakan, bantuan itu diberikan pemerintah Indonesia sejak tahun 2014.





Editor: Quinawaty
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menteri Nadiem Makarim Diminta Kaji Ulang Kebijakan Kampus Merdeka