Diprotes FUI, Kampus Ini Turunkan Baliho Berisi Foto Mahasiswi Berjilbab

"Baliho memuat tiga gambar mahasiswa, salah satunya berjilbab atau berhijab. Ketiganya benar-benar mahasiswa UKDW dan berprestasi."

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 08 Des 2016 17:45 WIB

Author

Eka Juniari

Diprotes FUI, Kampus Ini Turunkan Baliho Berisi Foto Mahasiswi Berjilbab

Rektor UKDW Henry Feriadi membeberkan kronologi kedatangan oknum FUI yang berujung pada pencopotan baliho promosi. (Foto: Eka Juniari/KBR)


KBR, Yogyakarta- Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) di Yogyakarta menurunkan seluruh baliho promosi berisi foto mahasiswi berjilbab, Kamis (8/12/2016). Sehari sebelumnya, sejumlah oknum mengatasnamakan Forum Umat Islam (FUI) mendatangi kampus tersebut dan mendesak baliho promosi yang memuat foto mahasiswi berjilbab diturunkan.

"Kami sudah turunkan semua. Baliho promosi tersebut sudah dipasang tiga bulan dan sudah waktunya diturunkan," kata rektor UKDW Henry Feriadi di kampus setempat, Kamis (8/12/2016).

Rektor UKDW Henry Feriadi menambahkan mahasiswi berjilbab dalam baliho promosi adalah mahasiswi berprestasi. Ditampilkannya mahasiswi berjilbab adalah untuk menggambarkan kehidupan sehari-hari di kampus yang terletak di Jl Dr. Wahidin Sudirohusodo itu. Sebanyak 7 persen dari sekitar 3 ribu mahasiswa UKDW beragama Islam. Pihak kampus menegaskan tidak ada diskriminasi pada mahasiswa non Kristiani.

"Baliho memuat tiga gambar mahasiswa, salah satunya berjilbab atau berhijab. Ketiganya benar-benar mahasiswa UKDW dan berprestasi. Mereka adalah role model. Kami tidak menggunakan foto model," lanjut Henry yang menyebut kampusnya sebagai Indonesia mini.

Rektor UKDW Henry Feriadi juga membeberkan kronologi kedatangan sejumlah oknum FUI ke kampus UKDW pada Rabu, 7 Desember 2016 yang meminta penurunan baliho berisi foto mahasiswi berjilbab.

Menurut Henry Feriadi, ormas tersebut datang hingga dua kali untuk memastikan pihak kampus benar-benar menarik seluruh baliho promosi dengan alasan penyesatan. Meski mengaku menerima ancaman verbal, namun rektor UKDW Henry Feriadi mengajak masyarakat menjaga suasana damai. Rektor juga meminta diskusi yang memicu pro dan kontra di media sosial diredakan.

"Mari kita bersama-sama menciptakan suasana sejuk dan damai di Yogyakarta. Karena Yogyakarta ini jadi barometer isu di Indonesia. Apalagi ini jelang Natal," katanya. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Pemprov Jatim Minta Masyarakat Waspadai Dugaan Penipuan Seleksi CPNS

Kabar Baru Jam 14

Khawatir Jadi Target Demonstrasi Pro-Demokrasi, Mahasiswa China Melarikan Diri Keluar Hong Kong

Kabar Baru Jam 13