Tanaman Dibabat Perhutani, Warga Rembang Protes

Tanaman milik para petani di lahan hutan kawasan kesatuan pemangkuan hutan (KPH) Kebonharjo, Rembang, Jawa Tengah dibabati oleh petugas Perhutani.

NUSANTARA

Sabtu, 20 Des 2014 12:10 WIB

Author

Musyafa

Tanaman Dibabat Perhutani, Warga Rembang Protes

perhutani, lahan, warga, protes

KBR, Rembang- Tanaman milik para petani di lahan hutan kawasan kesatuan pemangkuan hutan (KPH) Kebonharjo, Rembang, Jawa Tengah dibabati oleh petugas Perhutani. Hal itu langsung menuai protes warga sekitar hutan.

Mansyur, seorang warga desa Lemahputih Kec. Sedan menuturkan sebagian penggarap lahan adalah keluarga tidak mampu. Mereka nekat memanfaatkan area hutan yang kosong, karena tidak mempunyai lahan sendiri. Setelah tanaman dibabati, petani menanggung rugi. Tanaman pisang, jagung dan padi juga rata dengan tanah.

"Mereka menanam padi gogo, jagung dan ketela. Perhutani tiba tiba mengerahkan rombongan petugas, merusak tanaman tersebut. Padahal selama ini sudah dirawat, tapi sekarang dibabati semua," keluhnya kepada KBR, hari Sabtu (20/12).

Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo, Haris Triwahjunita beralasan penertiban tersebut, untuk menyelamatkan hutan lindung. Ia mengklaim sudah ada sosialisasi. Menurutnya, kalau alih fungsi lahan dibiarkan, rawan menimbulkan bencana tanah longsor.

"Secara persuasif dulu, diberikan penyuluhan oleh mantri, mandor dan Asper. Wilayah itu adalah masuk wilayah hutan lindung. Hutan yang berfungsi untuk pencegah bencana banjir, tanah longsor maupun normalisasi hidrologi perairan," jelasnya.

Haris menambahkan penanaman jagung, ketela maupun padi di area hutan lindung, dilarang. Pihaknya mengarahkan masyarakat untuk menanam buah buahan dan empon-empon.
 
Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada