Relawan PMI Dirikan Dapur Umum Korban Banjir Kab. Bandung

KBR, Bandung - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung mengerahkan puluhan relawannya untuk mendirikan dapur umum di lokasi banjir Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pendirian dapur umum itu untuk melayani 2.636 korban banjir di kawasan Parung Halang, Kabup

NUSANTARA

Senin, 29 Des 2014 16:45 WIB

Author

Arie Nugraha

Relawan PMI Dirikan Dapur Umum Korban Banjir Kab. Bandung

PMI, bandung, longsor

KBR, Bandung - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung mengerahkan puluhan relawannya untuk mendirikan dapur umum di lokasi banjir Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pendirian dapur umum itu untuk melayani 2.636 korban banjir di kawasan Parung Halang, Kabupaten Bandung yang terisolir.

Kepala Markas PMI Kota Bandung Heri mengatakan selain masih memerlukan bantuan para korban banjir tersebut, pendirian dapur umum itu didirikan karena diperintahkan oleh PMI Jawa Barat.

"Selama kurang lebih lima hari kami melaksanakan dapur umum untuk memberikan pelayanan dalam hal makanan siap saji untuk 2.636 orang. Ada pun pembagian makanan dari dapur umum ini, kami distribusikan kepada kurang lebih 11 lokasi penampungan pengungsi," ujarnya kepada KBR, Senin (29/12).

Heri menambahkan puluhan relawan yang berasal dari korps sukarela, Palang Merah Remaja dan perguruan tinggi itu akan bekerja secara bergantian di dapur umum.

Heri menjelaskan seluruh relawan itu hanya bertugas menyediakan makanan siap saji, sementara penyediaan bahan baku dan peralatan masak makanan dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung. Bencana banjir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang terjadi sejak pertengahan Desember 2014 mengakibatkan 12.000 warga menjadi pengungsi.

Beberapa warga yang menjadi korban bencana itu tidak memperoleh bantuan yang telah disalurkan oleh otoritas setempat. Salah satunya di kawasan Parung Halang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aparat Dinilai Tak Tegas Usut Pelaku Rasisme terhadap Mahasiswa Papua

Kabar Baru Jam 15

Mengenal Sastra Dari Selatan