Bagikan:

Polisi Temukan Lokasi Pesantren Tempat Santri Dicambuk

Kepolisian Jombang, Jawa Timur, hari ini (8/12) menemukan lokasi pondok pesantren yang diduga sebagai tempat penganiayaan terhadap santri dengan cara mencambuk hingga ratusan kali karena bersalah.

NUSANTARA

Senin, 08 Des 2014 13:52 WIB

Author

Muji Lestari

Polisi Temukan Lokasi Pesantren Tempat Santri Dicambuk

Pesantren, Santri Dicambuk, Jombang

KBR, Jombang – Kepolisian Jombang, Jawa Timur, hari ini (8/12) menemukan lokasi pondok pesantren yang diduga sebagai tempat penganiayaan terhadap santri dengan cara mencambuk hingga ratusan kali karena bersalah.

Pesantren itu adalah Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqo, di Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, yang lokasinya tidak jauh dari kota setempat. Polisi menemukan pesantren yang dikecam masyarakat itu setelah mempelajari rekaman video pencambukan dan memintai keterangan sejumlah saksi.

Kepala Kepolisian Jombang, Akhmad Yusep Gunawan, mengatakan, polisi masih akan melakukan pengembangan terhadap video amatir yang telah menyebar luas di masyarakat itu. Jika terbukti melakukan tindak pidana, pihaknya akan menindak tegas sesuai hukum yang ada.

“Untuk upaya, kepolisian penegakan hukum merupakan upaya terakhir apabila peristiwa pidananya terpenuhi alat bukti, namun ini kita harus uji dulu apakah video ini benar atau tidak, siapa-siapa yang terkait sehingga kita tidak tergesa-gesa men-justice terhadap peristiwa ini,” kata Yusep kepada Portalkbr Senin (8/12).

Akhmad menambahkan,  sejauh ini pihaknya telah menyelidiki lanjut terkait beredarnya video amatir itu. Selain pihak pondok, polisi juga memintai keterangan pengunggah video tersebut.

Beberapa hari terakhir masyarakat Jombang dibuat geram dengan beredarnya video hukum cambuk santri oleh pengurus salah satu pondok. Video berdurasi lima menit itu mengundang kontroversi dan komentar miring dari sejumlah elemen masyarakat. Dalam rekaman video amatir itu, nampak tiga orang santri diikat di sebuah pohon dan dicambuk sebanyak 35 kali oleh lima orang eksekutor atau pengurus Pondok secara bergantian.

Editor: Anto Sidharta

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Kiprah dan Harapan Satu Abad NU

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending