Permukiman Di Bantaran Ciliwung Terendam Banjir

KBR, Jakarta - uru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Jakarta Bambang Suryaputra mengatakan, hal ini lantaran air sungai tak bisa mengalir ke laut akibat pintu air pasar ikan mencapai 2 menter atau siaga 2.

NUSANTARA

Sabtu, 27 Des 2014 10:37 WIB

Author

Indra Nasution

Permukiman Di Bantaran Ciliwung Terendam Banjir

banjir, jabodetabek, ciliwung, bmkg, bpbd

KBR, Jakarta - Sejumlah daerah di sekitar Sungai Ciliwung, Jakarta, tergenang banjir pagi hari ini. Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Jakarta Bambang Suryaputra mengatakan, hal ini lantaran air sungai tak bisa mengalir ke laut akibat pintu air pasar ikan mencapai 2 menter atau siaga 2. BPBD Jakarta memprediksi air akan terus naik sampai siang nanti.

Kondisi dari naiknya Sungai Ciliwung posisi sekarang di Manggarai masih cukup tinggi, 775 cm, dan kita masih monitor terus kemungkinan untuk naik terus, dan dilaporkan dibeberapa kelurahan yang sudah tegenang banjir, yang di sekitar Ciliwung, mulai dari Bidaracina kampung Melayu Cawang, Rawajati ini salah satunya pasar ikan siaga dua sehingga menghambat air yang akan mengalir ke Laut," kata Bambang kepada KBR.

Sejak kemarin hingga pagi ini hujan mengguyur Jabodetabek. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sebelumnya juga memperkirakan hujan mengguyur Jakarta dan kawasan di sekitarnya sepanjang Sabtu. Kondisi ini diperparah dengan ancaman banjir kiriman dari Bogor dan sekitarnya. Jumat malam, ketinggian air sungai Ciliwung di papan mercu Bendung Katulampa sempat menyentuh angka 120 centimeter atau dengan status siaga 3 banjir untuk Jakarta.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Jaksa Agung Diminta Klarifikasi Pernyataan bahwa Tragedi Semanggi I-II Bukan Pelanggaran HAM Berat