Pasien Onkologi di RS Hasan Sadikin Meningkat

Jumlah pasien Onkologi (terdiagnosa tumor dan kanker) di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung mengalami peningkatan usai dilaksanakannya program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) oleh pemerintah. Indikasi peningkatan itu terlihat dari permintaan obat

NUSANTARA

Senin, 01 Des 2014 14:56 WIB

Author

Ari Nugraha

Pasien Onkologi di RS Hasan Sadikin Meningkat

Onkologi, RS Hasan Sadikin, Bandung

KBR, Bandung - Jumlah pasien Onkologi (terdiagnosa tumor dan kanker) di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung mengalami peningkatan usai dilaksanakannya program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) oleh pemerintah. Indikasi peningkatan itu terlihat dari permintaan obat dari pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan provinsi Jawa Barat tersebut.


Menurut Kepala Sub Bidang Instalasi Farmasi RSHS, Cherry Rahayu, pemicu peningkatan jumlah pasien tersebut akibat tingginya rujukan rumah sakit daerah untuk pasien yang harus dilayani oleh kategori fasilitas kesehatan tingkat dua.


"Semuanya itu hematologi dan onkologi dirujuk ke fasilitas tingkat tiga yaitu Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Jadi sedangkan satu pasiennya permintaannya sangat tinggi. Jadi memang tinggi permintaan obat-obatan onkologi," ujarnya kepada KBR di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Jalan Pasteur, Bandung, Senin (1/12).


Cherry Rahayu mengatakan meski adanya kenaikkan jumlah pasien onkologi tetapi persediaan obat-obatan untuk penyakit tersebut seluruhnya tersedia. Cherry memastikan persediaan obat untuk penyakit onkologi diprioritaskan keberadaannya.


Berdasarkan data terakhir Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, jumlah pasien onkologi dengan status rawat jalan sampai November lalu sebanyak 2.6048 yang awalnya sebelum dilaksanakannya program BPJS pada 2013 sebanyak 2.3409 pasien. Sementara untuk pasien onkologi rawat inap mengalami penurunan yaitu pada November sebanyak 4.680 dan tahun sebelumnya mencapai 5.292 pasien. 


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Foto Ikatan Besar Mahasiswa UI Tidak Akui Jokowi - Ma'ruf Hoaks

Jokowi Didesak Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM di Periode Kedua

Kanker Payudara dan Tubuh Perempuan

Kabar Baru Jam 15