Kontras: Kesaksian Budi Bisa Jadi Jalan Pembuka Kasus Munir

Kesaksian bekas Direktur Perencanaan Badan Intelejen Negara (BIN) Kolonel Budi Santoso bisa menjadi jalan pembuka kembali kasus pembunuhan aktivis HAM Munir.

NUSANTARA

Senin, 08 Des 2014 08:51 WIB

Author

Anto Sidharta

Kontras: Kesaksian Budi Bisa Jadi Jalan Pembuka Kasus Munir

Kontras, Budi, Kasus Munir

KBR, Jakarta -  Kesaksian bekas Direktur Perencanaan Badan Intelejen Negara (BIN) Kolonel Budi Santoso bisa menjadi jalan pembuka kembali kasus pembunuhan aktivis HAM Munir.

Ini diungkap Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontra), Haris Azhar Aziz terkait pengakuan Budi Santoso yang menyebut kalau pembunuhan Munir direncanakan oleh petinggi BIN saat itu, Muchdi Purwoprandjono. Namun, kesaksian itu diabaikan pengadilan berdasarkan surat pencabutan keterangan palsu yang disampaikan pengacara Muchdi di pengadilan pada 2007.

Ia menyesalkan sikap pengadilan yang tidak mengerti hukum  itu.

“Budi itu tidak pernah mengirim surat pencabutan keterangan. Ada intervensi , tapi surat Budi tidak pernah diverifikasi oleh pengadilan. (Pengadilan) menerika surat tapi suratnya tidak diverifikasi. Kalau ada 100 orang yang mengirim surat (mengatasnamakan) Budi, gimana?” ujar Haris Azhar Aziz dalam perbicangan Sarapan Pagi KBR, Senin (8/12).

Sementara, untuk meminta keterangan lebih lanjut dari Budi Santoso, ia berharap pemerintah bisa memberikan perlindungan keamanan.

“(Sebab) dia orang yang bisa memperkuat (adanya pembunuhan Munir). (Perlu) assessment (evaluasi, red.) misalnya cukup  keamanan kalo dihadirkan dan lain-lain,” ujar Haris.

Terkait dengan soal ini, Ia merekomendasikan Kejaksaan Agung  untuk membentuk antarkomisi untuk mengevaluasi penuntasan kasus pembunuhan Munir.

“Buat tim antarkomisi, Komisi Judicial, Komisi Kejaksaan, Komisi Kepolsian dan Komisis Ombudsman bisa bikin tim bersama. Di saat bersama, Kejaksaan dan tim Kepolisian bisa bikin tim lagi untuk penuntasan kasus,” jelas Haris.

Tepat hari ini, aktivis HAM yang diracun saat tengah dalam penerbangan menuju Belanda, Munir Said Thalid lahir 49 tahun lalu. Ia tewas saat berumur 38 tahun. Belum lama ini Polycarpus yang merupakan terpidana kasus ini dihadiahi pembebasan bersyarat oleh pemerintah.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Izin Keruk Harta Karun RI

Kabar Baru Jam 8

Mama 'AB': Mengikat Yang Tercerai

Gelar Konser Musik dan Seni Pertunjukan Offline. Apa Sudah Memungkinkan?