Jaksa Agung: Tidak Ada Target Penuntasan Kasus Munir

Kejaksaan Agung menyatakan tidak memiliki target dalam penuntasan kasus pem bunuhan aktivis HAM Munir. Jaksa Agung Prasetyo mengatakan, pengungkapan dalang pembunuh Munir menurutnya sudah cukup, ditunjukan dengan proses pengadilan Pollycarpus Budihari.

NUSANTARA

Senin, 08 Des 2014 09:32 WIB

Author

Anto Sidharta

Jaksa Agung: Tidak Ada Target Penuntasan Kasus Munir

Jaksa Agung, Kasus Munir

KBR, Jakarta - Kejaksaan Agung menyatakan tidak memiliki target dalam penuntasan kasus pem bunuhan aktivis HAM Munir. Jaksa Agung Prasetyo mengatakan, pengungkapan dalang pembunuh Munir menurutnya sudah cukup, ditunjukan dengan proses pengadilan Pollycarpus Budihari. “Kan yang kita lihat Pollycarpus mendapatkan pembebasan bersyarat, menjalani dua per tiga masa hukuman,” ujar  M. Prasetyo ketika dihubungi Reporter KBR, Nurika, Minggu (7/12) malam. 

Berikut petikan wawancara selengkapnya dengan Prasetyo yang juga diputar dalam Sarapan Pagi KBR, Senin (8/10).

MenkumHAM mengatakan bahwa pembebasan bersyarat bisa dicabut ketika ada rekomendasi dari kepolisian atau Kejaksaan Agung. Dari pihak Anda akan mengajukan?


Jadi ketika orang menjalani pembebasan bersyarat itu ada ketentuan-ketentuan yang harus diikuti misal harus melapor diri dan sebagainya. Ketika itu dilanggar atau dia melakukan sesuatu katakanlah melakukan perbuatan hukum yang lain atau apa mengulangi perbuatan bisa dicabut. Kalau tidak ada kemudian baik-baik ya tidak usah dicabut.

Jadi menurut Kejaksaan Agung sudah tepat? Tidak perlu ada rekomendasi pencabutan?


Ya kalau misalnya dia melanggar aturan ya dicabut. Kalau tidak ya apa alasan kita mencabut.

Sepanjang ini belum melihat ada yang melanggar?

Kan baru bebas kemarin kan.

Sekarang ada pembahasan lagi di Kejaksaan Agung soal Munir?


Belum. Kan yang kita lihat Pollycarpus mendapatkan pembebasan bersyarat, menjalani dua per tiga masa hukuman.

Dulu ketika di pengadilan kesaksian Budi Santoso dicabut tapi sekarang dia bilang tidak pernah mencabut. Komentar Anda?


(Sidang) Muchdi (Purwoprandjono, bekas petinggi BIN, red.) waktu itu faktanya begitu makanya dibebaskan.

Pak Muchdi dibebaskan karena pengakuan Budi Santoso kan?


Makanya kenapa dicabut sekarang kemudian berbalik mengatakan tidak pernah mencabut. Seseorang tidak mungkin diadili kedua kalinya dalam kasus yang sama, namanya Nebis In Idem.

Kalau sekarang Pak Budi bilang begitu kejaksaan bisa lagi menindaklanjuti atau bagaimana?


Seseorang tidak mungkin diajukan ke pengadilan pada kasus yang sama. Itu prinsip itu kepastian hukum. Budi kenapa dulu dia mencabut keterangannya kok sekarang tidak berarti dia yang memberikan keterangan palsu.

Kalau Pak Budi pengakuannya dia tidak pernah menandatangani surat pencabutan ini, menurut Anda bagaimana?


Jangan katanya. Saya tidak mau kalau asumsi-asumsi. 

Kira-kira Pak Muchdi bisa dipanggil lagi?


Jangan bicara soal itu. Nanti kalau sudah pasti saya bicara.

Kapan pastinya?


Nanti kalau saya sudah tahu persis kita bisa bicara soal itu.

Kalau untuk kasus Munir targetnya apa dari Kejaksaan Agung?


Tidak ada target. Artinya kemarin untuk pembunuhnya sudah diproses, disidang, diputuskan, dan sekarang terpidananya sudah mendapatkan pembebasan bersyarat.

Dari hasi temuan TPF (Tim Pencari Fakta) sudah tidak bisa dibuka lagi?


Anda kan sekarang punya peluang untuk investigasi carilah, kalau ada tolong sampaikan ke saya.



Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Izin Keruk Harta Karun RI

Kabar Baru Jam 8

Mama 'AB': Mengikat Yang Tercerai

Gelar Konser Musik dan Seni Pertunjukan Offline. Apa Sudah Memungkinkan?