DKI Belum Akan Turunkan Tarif Angkutan Umum

KBR, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta mengaku belum akan membicarakan penurunan tarif angkutan umum pasca penurunan harga BBM Bersubsidi oleh pemerintah pusat siang tadi.

NUSANTARA

Rabu, 31 Des 2014 16:14 WIB

Author

Ade Irmansyah

DKI Belum Akan Turunkan Tarif Angkutan Umum

DKI, BBM

KBR, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta mengaku belum akan membicarakan penurunan tarif angkutan umum pasca penurunan harga BBM Bersubsidi oleh pemerintah pusat siang tadi.

Meski harga BBM bersubsidi kembali diturunkan, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yakin pengusaha anggutan tidak akan mau menurunkan harga tarif angkot yang baru beberapa bulan dinaikkan. Meski demikian kata dia, pihaknya akan mempertimbangkan apabila memang harus ada penurunan tarif angkutan.

“Makanya pasti angkutan tidak akan mau turun tetapi bus kami murah. TransJakarta kan mulai tahun depan akan kenceng nih keliling semuanya dan tidak ada penaikan tarif angutan. Jadi kalau kamu kira-kira malas naik yang mahal-mahal ya naik yang punya kami saja kita subsidi. Karena kita bukan subsidi di BBMnya kita subsidi langsung di angkutannya karena kita punya bus tingkat yang gratis dan bus transjakarta yang murah,” ujarnya kepada wartawan di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (31/12).

Sebelumnya, Pemerintah menurunkan harga premium dan solar mulai 1 Januari 2015. Premium yang sebelumnya Rp8.500 menjadi Rp7.600 per liter, sementara solar yang sebelumnya Rp7.500 menjadi Rp7.250 per liter.

Harga akan berubah tiap bulannya menyesuaikan harga minyak dunia. Subsidi diberikan untuk  solar sebesar Rp1.000 per liter dengan alasan solar lebih banyak digunakan untuk kegiatan perekonomian. Sementara subsidi untuk premium diberikan sebesar Rp1.000 per liter sebagai biaya distribusi untuk kawasan luar Jawa Madura dan Bali.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Aplikasi LAPOR Dinilai Tidak Efektif Tanggapi Laporan Masyarakat

Kabar Baru Jam 15

Perlukah Sertifikasi Pernikahan?

Kabar Baru Jam 14