Di Bogor, Anak Kandung Bantu Ayahnya Gugat Sang Ibu

KBR, Bogor - Hanya karena berebut harta gono gini antara ayah dan ibunya, seorang anak tega menggugat ibu kandungnya sendiri ke Pengeadilan Negeri Kota Bogor, Jawa Barat.

NUSANTARA

Rabu, 17 Des 2014 19:06 WIB

Author

Rafik Maeilana

Di Bogor, Anak Kandung Bantu Ayahnya Gugat Sang Ibu

bogor, kriminal, hukum

KBR, Bogor - Hanya karena berebut harta gono gini antara ayah dan ibunya, seorang anak tega menggugat ibu kandungnya sendiri ke Pengeadilan Negeri Kota Bogor, Jawa Barat.

Sang anak yang diketahui bernama Princess Santang Heroeningrat mengaku bertindak sebagai kuasa hukum insidentil ayahnya. Ibunya digugat atas dasar perbuatan melawan hukum. Namun ia sendiri mengelak jika dia yang menggugat ibunya sendiri.

"Di sini yang menggugat adalah mantan suami ibu saya. Dan keduanya adalah ibu dan ayah saya, dan saya bertindak sebagai kuasa hukum insidentil ayah saya," kilahnya pada wartawan usai persidangan, Rabu (17/12)

Princess menerangkan, gugagan ini dilakukan karena sang ibu tidak mau memberikan rumah yang berada di Taman Cibalagung, Blok T No. 2 RT 02/05 Kelurahan Pasirjaya, Bogor Barat ke ayahnya. Karena menurutnya, rumah itu adalah hak ayahnya yang bersertifikat atas namanya dan ayahnya.

"Kita menuntut karena ibu saya tidak memberikan hak kami. Dan rumah itu sertifikatnya atasnama saya dan ayah saya," terangnya.

Sebelumnya, ia sendiri sempat melakukan mediasi perihal konflik harta gono gini ini. Namun karena tidak ada titik terang, ia dan ayahnya nekat menggugat sang ibu yang kini sebagai tulang punggung keluarga ke Pengadilan Negeri Kota Bogor.

"Kita sudah mediasi, selama enam bulan sudah mediasi. Tapi ayah saya tetap mengklaim jika itu haknya sepenuhnya," jelasnya.

Sementara Titin Suhartini sang ibu terlihat pasrah menghadapi kasus ini. Titin mengaku ia sendiri memang telah bercerai dengan suaminya sejak 3 bulan lalu. Sebelum cerai ia dan mantan suaminya membeli rumah yang sekarang diperkarakan. Namun saat sedang membuat sertifikat, ia justru tidak dilibatkan menghadap ke notaris.

"Saya disuruh nunggu di luar waktu itu. Pas sudah beres, sertifikatnya atasnama anak saya dan mantan suami saya," katanya.

Titin sendiri saat ini bersama anaknya sekarang hanya memiliki tempat tinggal di rumah yang sedang diperkarakan. Saat mediasi, ia hanya ditawarkan uang 100 juta rupiah untuk biaya mengontrak.

Namun ia menolak, karena ia tidak mau mengontrak dengan alasan tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia juga mengaku untuk menghidupi dua anaknya yang masih kecil masih dibantu oleh anaknya yang paling besar.

"Saya maunya Rp 300 juta, itu untuk beli rumah dan sisanya untuk dua anak yang masih kecil untuk biaya kuliah," pintanya.

Titin dan mantan suaminya sendiri cerai setelah sang suami berpoligami. Bahkan Titin mengaku sempat tinggal satu atap dengan istri muda mantan suaminya. "Pernah tahun 2009 saya satu atap sama istri mudanya, waktu tinggal di Sukasari," jelasnya.

Hingga kini Titin hanya bisa menunggu hasil persidangan, karena telah digugat oleh mantan suami dan anak kandungnya. Ia masih berharap hasilnya akan bisa adil di persidangan.

Untuk diketahui, Titin dan mantan suaminya dianugerahi 7 anak. Satu anaknya yang kini ikut menggugat, ikuta dengan ayahnya usai perceraian. Sementara 6 anaknya ikut dengan Titin dan ia sendiri menjadi tulang punggung keluarga.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik