Balikpapan Tetap Terapkan Kurikulum 2013

KBR, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur tetap melanjutkan Kurikulum 2013 meski program tersebut sudah dihentikan Pemerintah Pusat. Hingga kini penerapan Kurikulum 2013 di sekolah sudah hampir 100 persen.

NUSANTARA

Selasa, 09 Des 2014 10:24 WIB

Author

Teddy Rumengan

Balikpapan Tetap Terapkan Kurikulum 2013

Pemkot Balikpapan, pendidikan

KBR, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur tetap melanjutkan Kurikulum 2013 meski program tersebut sudah dihentikan Pemerintah Pusat. Hingga kini penerapan Kurikulum 2013 di sekolah sudah hampir 100 persen.

Kepala Dinas Pendidikkan Kota Balikpapan Heri Misnoto, Selasa (9/12) pagi, mengatakan ada 27 sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013 selama III semester mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA maupun SMK. Penerapan Kurikulum 2013 telah dimulai sejak awal tahun ajaran 2014.

Sedangkan untuk tenaga pengajar ataupun guru hingga kini sudah mencapai 72 persen khususnya yang telah mengikuti bimbingan tekhnis (bimtek).

"Bimtek tetap akan kita laksanakan bagi guru-guru yang belum mendapatkan bimtek. Sedangkan , sekolah yang masih satu semester itu kembali ke kurikulum 2006," kata Heri Misnoto.

Kata dia, dihentikkannya Kurikulum 2013 karena ada banyak kekurangan di antaranya kesiapan manajemen sekolah, kesiapan guru atas materi Kurikulum 2013 dan kesiapan buku-buku maupun kontribusi pemerintah daerah dalam penerapannya..

"Itu juga persoalan yang dialami daerah-daerah dalam penerapan Kurikulum 2013, sehingga pelaksanaannya menjadi kendala, khususnya menyangkut Diklat Mandiri. Tapi di Balikpapan kita tetap lanjut," imbuhnya.

Dia mengakui, kendala yang dihadapi di Kota Balikpapan dalam penerapan Kurikulum 2013 yakni kesiapan paket buku karena belum seluruhnya diterima sekolah. Karena masih banyak yang belum menerima.

"Kalau difoto copy kan mahal, orang tua siswa akan keberatan, sedangkan selama ini orangtua siswa tahunya pendidikkan itu gratis. Contohnya buku untuk SD harusnya tiga paket tapi baru terima satu pekat," bebernya.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun