Anggaran Makanan Pemkab Ini 130-an Kali Lipat Pelayanan Kesehatan

Alokasi anggaran makanan dan minuman pegawai negeri sipil tahun 2015 di sebesar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mencapai Rp17 miliar. Data itu tercantum dalam dalam dokumen Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Banyuwangi t

NUSANTARA

Jumat, 19 Des 2014 11:55 WIB

Author

Hermawan

Anggaran Makanan Pemkab Ini 130-an Kali Lipat Pelayanan Kesehatan

Pemkab Banyuwangi, Makanan, Kesehatan

KBR, Banyuwangi – Alokasi anggaran makanan dan minuman pegawai negeri sipil tahun 2015 di sebesar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mencapai Rp17 miliar. Data itu tercantum dalam dalam dokumen Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Banyuwangi tahun 2015 yang disahkan akhir November lalu.

Anggaran itu mencakup makan dan minum haria, makan dan minum tamu maupun rapat Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi.

Anggaran makanan dan minuman itu lebih besar hingga 133 kali lipat anggaran pelayanan kesehatan masyarakat. Misalnya, Program peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak tahun 2015 hanya dianggarkan Rp126,9 juta. Adapun program perbaikan gizi masyarakat hanya Rp150 juta.

Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jawa Timur, Dahlan, menilai anggaran Rp17 miliar untuk pegawai negeri itu terlalu gendut. Terlebih lagi pemerintah pusat sedang gencar mengintruksikan kepada seluruh kepala daerah untuk berhemat.

“Kalau yang makan minum itu kita melihatnya terlalu besar, artinya itu masih bisa diefisienkan dan biasanya juga itu akan terserap semuanya. Kalau kita melihatnya itu banyak temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kayak misalnya perjalanan dinas, makan minum dan lain sebaginya karena itu dianggap terlalu boros dan susah di akses oleh publik penggunaanya,” kata Dahlan kepada Portalkbr, Jumat (19/12).

Dahlan menambahkan, pemerintah daerah memang sering boros dalam pos anggaran makan-minum. Terlebih lagi pos ini paling susah diawasi. Seharunya kata dia, anggaran tersebut bisa dihemat paling sedikit 20 persen. Agar bisa dialokasikan untuk program lain yang menyangkut kepentingan publik

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Persiapan Pemerintah Jawa Barat Hadapi New Normal